Minggu, 17 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Sportainment
Persela

Loris Duduki Peringkat Ketiga, Panaskan Persaingan Top Scorer 

17 Juni 2018, 06: 20: 59 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

STRIKER SUBUR : Loris Arnaud dikawal ketat pemain belakang Mitra Kukar dalam laga di Stadion Surajaya Lamongan. 

STRIKER SUBUR : Loris Arnaud dikawal ketat pemain belakang Mitra Kukar dalam laga di Stadion Surajaya Lamongan.  (Anjar D. Pradipta/Jawa Pos Radar Lamongan)

Share this      

LAMONGAN – Loris Arnaud memanaskan perburuan top scorer (pencetak gol terbanyak) Liga 1 musim ini. Striker Persela berpaspor Perancis itu mampu menunjukkan tajinya.  Dia telah mengoleksi delapan gol, yang membawanya di urutan ketiga daftar top scorer. 

Torehan delapan gol itu sama seperti yang dilesakkan Aleksandar Rakic (PS Tira) dan Stefano Lilipally (Bali United). Sedangkan, Ezechiel Ndouasel (Persib) memuncaki top scorer dengan 11 gol, diikuti Fernando Rodrigues Ortega (Mitra Kukar) dengan 10 gol. 

“Sejak awal kita memang yakin jika Loris ini memiliki kualitas yang bagus sebagai ujung tombak,” kata CEO Persela Yuhronur Efendi kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (16/6).  

Mantan pemain Paris Saint Germain (PSG) itu awalnya kurang meyakinkan. Di dua laga awal lawan Persipura dan Persebaya, Loris tak melesakkan satu pun gol. Striker 31 tahun itu baru melesakkan gol perdana di pekan ketiga. Yakni, berkontribusi memenangkan Persela 3-2 atas tuan rumah PSM Makasar. 

“Kita tidak pernah menekan pemain ini harus seperti apa, tapi kita harapkan mereka bermain seprofesional mungkin,” terang pria yang juga menjabat sebagai Sekkab Lamongan tersebut.  

Tapi di pekan ketiga dan keempat, Loris kembali mandul. Keraguan publik pada insting golnya terus dijawab oleh Loris. Dua gol dia lesakkan ketika Persela menang 4-1 atas tamunya PSMS Medan. Loris  selalu mencetak gol di tiga laga terakhir. “Tentu tim mana pun ingin striker-nya tajam. Itu juga yang kita harapkan pada Loris,” ujar Yuhronur.  

Dari 8 gol yang dia lesakkan, 7 gol lahir lewat heading (sundulan kepala). Sehingga julukan Si Kepala Emas melekat pada striker berpostur 184 sentimeter (cm) itu. “Selama ini, dia mendapatkannya chance bola atas. Jarang sekali dia mendapatkan peluang bola-bola bawah. Tidak ada masalah mau pakai punggung, dada, atau apapun kaki yang penting gol,” ungkap Head Coach Persela Aji Santoso.  

Loris membuktikan jika tak hanya unggul kepala, tapi dia juga bisa melesakkan gol melalui kaki. Itu diciptakannya saat Persela menaklukkan Mitra Kukar 3-1 saat Ramadan lalu. “Saya sudah berbicara ke Loris, tipe pemain ini suka bola kaki dibanding bola daerah,”  ucap pelatih asal Malang itu. 

Dia selalu menekankan, pemain gelandang jika  sudah memasuki sepertiga pertahanan lawan harus banyak bola ke kaki.  Sebenarnya, Loris memiliki kans mencetak gol lebih banyak. Namun, saat terjadi skrimit di depan gawang lawan, Loris  terkadang sering out position.

“Kalau Loris posisinya dijaga ketat maka ada pemain lain yang masuk. Yang namanya sepak bola itu kan kerjasama,” ujar mantan bek andalan Timnas PSSI era 90-an itu.  

Ketajaman Loris membantu produktivitas skuad Laskar Joko Tingkir. Hingga pekan ketiga, Persela masuk dalam salah satu tim produktif dengan torehan 23 gol. Namun, lini belakang harus dievaluasi oleh Head Coach Aji Santoso, karena Persela kebobolan 19 gol. Kini Persela menempati peringkat ketiga Liga 1 dengan 20 poin. Membuntuti PSM Makasar dengan 24 poin, serta Barito Putera mengoleksi 23 poin. “Saya cukup puas dengan cara main pemain asing saya,” tukas mantan pelatih Arema FC itu.

(bj/jar/ind/feb/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia