Rabu, 11 Dec 2019
radarbojonegoro
icon featured
Redaksi

Bukan Momentum Tanya-Tanya

Oleh: Amrullah A.M

17 Juni 2018, 06: 15: 59 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

Amrullah A.M

Amrullah A.M (Istimewa/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

KOLOM - Selamat lebaran. Ini masih ketiga lebaran. Semoga saja menjadi hari yang menyenangkan. Kadang, hari ketiga menjadi hari untuk teman dan kolega. Sebab, hari pertama kedua menjadi momentum untuk kelurga. 

Bagi sebagian orang lebaran menjadi sesuatu yang deg-degan. Sebab, bukan menjadi momentum saling memafkan justru akan dihujani pertanyaan. 

Silakan tarik nafas jika belum siap menerima pertanyaan dan tak siap menemukan jawabannya. Berbagai macam pertanyaan pun sering berseliweran minggu-minggu ini. 

Bagi seseorang yang belum lulus kuliah akan ditanya kapan wisudanya. Ini pertanyaan yang sebenarnya mudah untuk dijawab. Jika memang masih nutut untuk lulus sampaikan saja dalam waktu dekat akan lulus. Minta doa pada si penanya. Nah, jika tidak nutut untuk lulus. Jawab saja jujur. Kalau akan mencari kehidupan lain dengan tidak menuntaskan kuliah. Jawaban ini akan melegakan diri anda dan tak akan menambah banyak pertanyaan lagi. 

Pertanyaan akan berlanjut bagi mereka yang sudah wisuda tapi belum dapat pekerjaan. Tidak perlu panik. Jawab saja jika saat ini sedang proses mencari pekerjaan. Bila perlu tanya balik ke orang yang tanya itu. Ada akses atau info lowongan kerja dimana. Tidak perlu sungkan untuk berbalik tanya dan menggali informasi lebiu banyak ke penanya. 

Wisudah sudah. Kerja sudah. Tapi kalau belum punya pasangan pasti pertanyaan akan muncul lagi. Kapan nikah? Calonnya orang mana. Kok masih sendirian saja. Sumpah. Untuk pertanyaan ini anda bisa sedikit mundur selangkah. Tak perlu dua langkah. Selangkah mundur untuk mengambil gelas minuman. Teguk saja dulu. Tarik nafas lalu jawabnya dengan mantab atas pertanyaan kapan menikah itu. 

Bilang saja ke mereka yang tanya itu. Jika jodoh anda sudah dipasrahkan ke Tuhan. Tinggal menunggu kapan Tuhan memberi. Soal dia akan tanya atau komentar lagim sarankan saja untuk bertanya ke Tuhan. 

Itu jawaban yang simpel sekali. Kalai memang sudah ada calon dan penentuan tanggal ya disampaikan saja. Lalu mohon doa ke penanya. Sudah, kalau tanya lagi. Minta saran punya orang yang bisa diprospek atau tidak. Sudah itu saja cukup. 

Sebagai penanya yang baik. Pasti akan bertanya lagi meski kita sudah menikah dan pekerjaan mapan. Lho kok belum punya momongan. 

Ini orang memang kadang tidak tahu tempat kalau bertanya bagi orang yang sudah menikah tetapi tak kunjung punya momongan. 

Bagi para mamah mudah tak perlu sedih. Tidak perlu kebawa perasaan. Saya tahu, itu pasti pertanyaan yang menyakitkan. Meski hanya tanya "Sudah isi?," ini kalimat tanya simpel yang nylekit bagi penganten baru yang belum hamil. 

Jika bisa jawab dan mampu menjawab. Bisa dijawab saja. Jika tidak, lebih baik pergi ke dapur lalu makan opor ayam yang masih sisa itu. Tak perlu ditanggapi terlalu serius orang yang sering bertanya soal apakah sudah hamil atau belum. Sebab, hamil atau tidak hamil bukan urusan manusia. 

Semua hak Tuhan untuk memberikan titipan anak pada pasangan pengantin. Sesehat apapun pengantin jika memang belum diberi amanah juga tak akan kunjung hamil juga. Ini jalan hidup yang tak perlu disesali. Tuhan punya cara untuk menggembirakan pasangan pengantin. 

Jangan kuatir bagi anda yang telah memiliki akan tak akan luput dari sang penanya. Mereka akan tanya kok masiu satu saja. Waktunya punya adik dong. Kalau tidak gitu. Kok cowok terus kapan punya anak cewek. Oke. Sudahi saja bila ada yang bertanya seperti itu. Khawatir nanti anda emosi dan membuat kulit semangka ke wajah mereka. Lebih baik anda bersabar. 

Bila anda sudah punya anak. Lengkah cowok dan cewek pasti orang akan lari ke pekerjaan anda. Mereka pasti akab bertanya. Sudah beberapa tahun kok masih di situ saja. Sudah beli mobil apa. Rumahnya sudah tingkat berapa. Lalu anaknya sekolah dimana. Dapat juara atau tidak. Dan segudang pertanyaan yang lainnya. 

Ini memang muskil ditanyakan oleh satu orang. Tapi, banyak orang yang memiliki karakter bertanya saat lebaran. Jika mereka bukan tipe penanya. Mereka akan cerita dan pamer atas kehidupannya selama ini. 

Membandingkan dengan kehidupan sebelumnya. Bercerita tentang segala prestasinya. Serta membanggakan dirinya. 

Makhluk penanya dan penggila pamer ini akan kita jumpai sepanjang lebaran. Dari tahun ke tahun dua makhluk yang kadang jadi satu ini selalu ada. Mereka tidak akan pernah punah dari peradaban. 

Bagi anda yang selalu menjadi korban pertanyaan. Tak perlu gelisah. Anggap saja mereka adalah bagian dari motivasi hidup. Mungkin, mereka memang ditakdirkan oleh Tuhan sebagai makhluk yang selalu komentar atas kehidupan orang lain. 

Pastinya anda tidak ingin hidup anda dari komentar orang lain. Anda ingin menjalani hidup anda dengan kondisi yang anda rasakan saat ini. Jadi, apapun pertanyaan yang muncul anggaplah sebagai pelecut diri. Tapi, jangan sampai menjadi beban hidup. 

Kelak, si penanya dan tukang pamer akan tahu sendiri resikonya kalau ditanya oleh Malaikat. Semoga lebaran tahun ini selalu menyenangkan dan membawa berkah. (*)

(bj/aam/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia