Kamis, 15 Nov 2018
radarbojonegoro
icon featured
Pembaca

Belajar dari Perspektif Potret Kemajuan Malaysia

Oleh : Rahmat Junaidi

Minggu, 17 Jun 2018 06:05 | editor : Ebiet A. Mubarok

Ilustrasi

Ilustrasi (Istimewa/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

KOLOM - Dalam forum pembangunan berkelanjutan yang dilaksanakan selama 3 hari di Kuala Lumpur Malaysia atas undangan lembanga pembangunan PBB ( UNDP) dari tanggal 31 Mei hingga 2 Juni 2018, saya mencoba mencatat dan memotret menurut perspektif  kemajuan Malaysia menurut perspektif saya pribadi yang saya coba  hubungkan dengan berbagai riset internasional yang dibedah pada diskusi-diskusi yang kami ikuti sebagai pembanding pengetahuan untuk membangun Indonesia,  khususnya yang kita lakukan di Bojonegoro

Malaysia saya akui dari potret saya dalam 3 hari sudah banyak mencapai kemajuan sehingga mohon maaf banyak saudara kita bekerja sebagai tenaga kerja disana dan mohon maaf juga kita banyak tertinggal dari Malaysia baik dari segi perekonomian, pembangunan, pengentasan kemiskinan, hingga penyediaan lapangan kerja. 

Dari diskusi yang saya ikuti selama forum UNDP  tersebut Malaysia menargetkan menjadi negara maju tahun 2020 lewat program pembangunan yang disebut Wawasan 2020. Wawasan 2020 atau Visi 2020 ini adalah visi Malaysia yang diperkenalkan oleh perdana menteri Malaysia, Mahathir Bin Mohamad. 

Visi ini berisi bahwa negara Malaysia akan menjadi negara maju pada tahun 2020. Bukan hanya maju dalam bidang ekonomi, tetapi juga bidang-bidang politik, sosial, kerohanian, psikologi, serta juga persatuan nasional dan sosial. Semua ini juga melibatkan persoalan keadilan sosial, kestabilan politik, sistem pemerintahan, kualitas hidup, nilai sosial dan kerohanian dan juga keyakinan. Wawasan 2020 mulai tampak dari hasil yang bisa dikatakan cukup menakjubkan. Bisa dinilai dari , Malaysia menjadi salah satu negara perdagangan utama dunia. 

Bahkan, berdasarkan laporan Deutsche Bank mengenai potensi pertumbuhan 34 negara yang maju dan sedang membangun, Malaysia dinyatakan sebagai negara kedua terpantas membangun setelah India, dan mengatasi Cina. Tidak itu saja, berdasarkan laporan lembaga riset keuangan AT Kearney akhir 2017 menyatakan Malaysia berada di antara 15 negara utama untuk tujuan investasi, dan berada pada tangga ketiga dunia sebagai lokasi “outsourcing”

Bagaimana langkah pembangunan Malaysia?  meliputi, 6 langkah sbb : Pertama, melakukan penghematan dan memperketat pengeluaran negara. Segala pengeluaran atau pembelanjaan negara harus dipantau dengan saksama agar negara tidak menghadapi defisit yang sangat besar, dan tidak menimbulkan beban bagi negara sebagai akibat dari besarnya belanja ketimbang devisa yang diterima. Untuk itu negara juga harus memikirkan tabungan bagi hari depan. 

Kedua, membina ekonomi berasaskan pengetahuan. Hal ini diwujudkan dengan cara memberi perhatian berat terhadap usaha-usaha yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas, kreativitas, dan inovasi, serta memberi fokus kepada bidang-bidang yang mempunyai daya saing yang lebih kuat. Oleh karena itu, sumber daya manusia adalah elemen terpenting dalam ekonomi negara dan harus ditingkatkan nilainya, serta dibinaupaya. Untuk itu, program-program penelitian dan pembangunan, penguasaan sains dan teknologi, penguasaan ilmu pengetahuan dan kemahiran, harus lebih digalakkan di kalangan warga masyarakat, agar warga mampu menghasilkan ciptaan baru, produk baru, pendapatan baru, dan kekayaan baru. 

Ketiga, memperkokoh asas dan fundamental ekonomi negara, serta menciptakan bidang-bidang pertumbuhan baru. Staretegi ini dapat dicapai melalui bioteknologi dan pertanian modern, karena sektor pertanian sangat dimungkinkan untuk mencapai hal itu. Selain sektor tersebut, bidang-bidang lain seperti pariwisata, pendidikan, kesehatan, keuangan Islam, dan pemasaran makanan halal merupakan potensi besar untuk menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru. Hal ini sudah dibuktikan dengan pertumbuhan dunia pariwisata Malaysia yang begitu mengesankan. Bahkan banyak orang-orang kita yang melancong, berobat, dan bersekolah di negeri jiran itu. 

Keempat, memperbaiki sistem informasi dan menghapus sistem birokrasi yang rumit terutama dalam bidang investasi agar menjadi lebih baik dan cepat. Hal ini sangat berkaitan erat dengan good governance dan good government. Sistem birokrasi cenderung menyulitkan investor bahkan mendorong munculnya tindakan suap yang menyebabkan tingginya biaya investasi. Penghapusan dan pembasmian suap di berbagai sektor, baik sektor umum, pemerintahan, dan sektor swasta sangat mutlak diperlukan. 

Kelima, meningkatkan kualitas hidup rakyat melalui perbaikan sarana dan prasarana rakyat seperti perumahan, kesehatan, komunikasi dan informasi, pendidikan, kelistrikan, dan penyediaan air bersih, terutama di kawasan-kawasan yang masih tertinggal. 

Keenam, menghilangkan kesenjangan sosial melalui pemerataan pembangunan antara daerah atau wilayah, perkotaan dan pedesaan, serta peningkatan pendapatan golongan miskin melalui peningkatan modal usaha dan budaya seperti keterampilan. 

Catatan penting penutup saya :  pemerintah Malaysia sangat menghargai prestasi warga negaranya. Setiap warga - baik Melayu ataupun non-Melayu - yang berprestasi tetap akan diberikan kesempatan yang sebesar-besarnya. Malaysia kini merupakan Malaysia di era ekonomi yang berasaskan pengetahuan, peluang orang-orang yang memiliki pengetahuan, keterampilan, giat bekerja, dan semangat berjuang tetap diprioritaskan. 

Sumber daya manusia merupakan aset negara yang paling penting. Modal ini adalah penentu dari survive-nya suatu negara. Hal ini sangat disadari oleh Malaysia saat ini. Modal insan atau sumber daya manusia merupakan aset yang dapat ditingkatkan nilai tambahnya, nilai inteleknya, dan dapat diperkaya modal budayanya. Pengembangan sumber daya manusia adalah penentu untuk meningkatkan daya saing dan produktivitas suatu negara, semoga catatan ini bermanfaat  (*)

*) Kabag Perekonomian Pemkab Bojonegoro

(bj/*/bet/JPR)

Rekomendasi Untuk Anda

 
Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia