Rabu, 16 Oct 2019
radarbojonegoro
icon featured
Nduk

Keluarga Adalah Benteng

13 Juni 2018, 06: 25: 59 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

Liya Alfiyaturohmah

Liya Alfiyaturohmah (Istimewa/Jawa Pos Radar Tuban)

Share this      

NDUK - Liya Alfiyaturohmah, 22, mengatakan tak sedikit kejahatan terjadi karena pelaku memiliki kesempatan. Sejak bertugas di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Tuban sekitar tiga tahun lalu, polisi berpangkat bripda yang akrab disapa Liya ini banyak menangani kasus yang dipicu dari adanya celah dan kesempatan.

Seperti halnya kasus-kasus pencabulan anak di bawah umur. Rata-rata korbannya merupakan orang terdekat. Mulai keluarga, kerabat, atau tetangga sendiri. Penyebabnya karena korban yang rata-rata masih balita dan anak di bawah umur tersebut minim pengawasan dari orang tua. ‘’Kasih sayang orang tua itu sangat penting agar anak merasa aman dan nyaman dekat dengan keluarganya,’’ tutur dia.

Bintara polisi ini mengatakan, di Tuban jumlah kasus asusila cukup banyak. Namun, hanya sebagian kecil korbannya saja yang berani melapor. Dengan alasan tersebut, dia menilai korban pencabulan perlu dilindungi. Tidak hanya dari polisi, namun juga keluarga dan orang terdekat. ‘’Lindungi anggota keluarga yang lemah, karena keluarga adalah benteng terkuat,’’ imbaunya.

Dara asal Kecamatan Soko ini mengatakan salah satu cara membentengi anggota keluarga adalah dengan membangun komunikasi yang baik. Jika terbiasa berkomunikasi, segala permasalahan akan terbuka dan saling memberi masukan ke setiap anggota keluarga yang terkena masalah. ‘’Kalau bukan keluarga, siapa lagi tempat mencari perlindungan,’’ ungkap dia.

(bj/yud/ds/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia