Jumat, 21 Sep 2018
radarbojonegoro
icon featured
Features
After Mining Innovation Camp Wonocolo

Libatkan Anak Muda  Dalam dan Luar Bojonegoro

Oleh: Amrullah A.M

Senin, 11 Jun 2018 18:54 | editor : Ebiet A. Mubarok

FOTO DULU: Para pemuda dari dalam dan luar yang berasal dari Bojonegoro berkumpul di lokasi sumur minyak tua di Wonocolo Kecamatan Kedewan.

FOTO DULU: Para pemuda dari dalam dan luar yang berasal dari Bojonegoro berkumpul di lokasi sumur minyak tua di Wonocolo Kecamatan Kedewan. (Istimewa/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

BOJONEGORO - Anak-anak muda telah duduk bersila di rumah singgah Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan. Wajah mereka terlihat serius meski suasananya santai. Sesekali seorang pemuda mengubah tempat duduknya. Dia menggerakkan tangannya lalu mencoba untuk berpikir lebih keras tentang materi yang disampaikan oleh  pembicara. Diskusi pun berjalan gayeng. Berbagai pertanyaan mengalir. Saling bersahut gagasan. Tak jarang para pemuda itu melepas tawa. Senyum-senyum kebahagiaan mereka semakin membawa keyakinan bahwa Bojonegoro akan tumbuh menjadi daerah yang hebat. 

Para pemuda yang berkumpul itu tengah mengikuti kegiatan After Mining Innovation Camp. Sebuah kegiatan yang diselenggarakan oleh anak-anak muda. Di dalamnya ada anak muda asal Bojonegoro namun telah berproses di luar Bojonegoro. 

Salah satu tim kegiatan, Afro Idayana mengatakan, kegiatan yang diselenggarakan itu adalah program pelatihan yang melibatkan para pemuda di Bojonegoro. Terdiri atas pemuda di sekitar penambangan sumur minyak,  pemuda yang berproses di Bojonegoro,  dan warga Bojonegoro berproses di luar kota. 

“Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk pemimpin muda di daerah yang mampu berinovasi dan menargetkan kemandirian masyarakat,” kata dia. 

Afro melanjutkan, ada peluang di Bojonegoro.  Yakni,  adanya sumur minyak tua yang sudah bertahun-tahun masih beroperasi. Bahkan, lokasinya di pegunungan dan sumber minyak itu masih ada. Baginya, ini adalah peluang yang bisa dikembangkan agar bisa menjadi nilai lebih bagi masyarakat lokal maupun Bojonegoro itu sendiri. 

“Komunitas After Mining mengajak anak muda untuk mengembangkan secara langsung desa wisata tambang dengan tajuk Geopetroleum Heritage,” kata dia. 

Dalam kegiatan itu, anak muda yang telah berkumpul itu diberikan pembekalan. Namun, metode yang digunakan bukan dengan cara seperti pembelajaran di sekolah. Melainkan, lebih pada pendidikan orang dewasa. 

“Jadi tentang metodenya kita lebih banyak sharing,” kata dia. 

Misalkan, tentang wawasan lingkungan maupun kepariwisataan. Para pemuda ini memang berangkat dari latar belakang yang berbeda-beda. Misalkan, untuk pemuda di Wonocolo pun berangkat dari berbagai macam karakter. Mereka juga akan dipertemukan dengan pemuda Bojonegoro yang telah mengenyam pendidikan di luar Bojonegoro.  “Ini sifatnya kolaborasi,” terangnya. 

Dengan keterlibatan pemuda ini, kawasan minyak di Wonocolo ini bakal dikembangkan menjadi sebuah tempat wisata yang benar-benar ramah untuk penduduk lokal. Sebab, inovasi yang dimunculkan itu tetap berpegang pada lokalitas masyarakat di sana. 

Para peserta pun diajak ke lokasi sumur dan dilihatkan bagaimana proses minyak itu ditimba. Praktis, bau minyak dan deru mesin diesel menjadi teman.

(bj/aam/nas/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia