Rabu, 18 Sep 2019
radarbojonegoro
icon featured
Blora

Lima Bulan Bekuk 26 Tersangka

08 Juni 2018, 05: 45: 59 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

JUDI MARAK : Para tersangka kasus perjudian di Blora sedang di data. Selama lima bulan berhasil ditangkap 26 tersangka.

JUDI MARAK : Para tersangka kasus perjudian di Blora sedang di data. Selama lima bulan berhasil ditangkap 26 tersangka. (M. Mahfudz Muntaha/Jawa Pos Radar Blora)

Share this      

KOTA -  Kasus perjudian di Blora terbilang marak. Lima bulan terakhir Polres Blora berhasil mengamankan 26 tersangka. Rinciannya, 3 kasus judi dadu dengan 4 tersangka, 6 kasus judi kartu remi dengan 16 tersangka, dan 6 kasus judi togel dengan 6 tersangka.

Kapolres Blora AKBP Saptono mengatakan, barang bukti yang berhasil diamankan, antara lain 3 set dadu, 2 alat penerangan, 1 unit sepeda motor, 10 buah rekap, 2 bandel ramalan, 6 set kartu remi, 4 buah tikar, 6 bolpoin, 2 staples, 3 HP Nokia, 2 HP Samsung, dan 1 HP Cross. “Selain itu mengamankan uang tunai Rp 8.965.000,” ungkapnya rabu (7/6).

Dia menegaskan, banyaknya perjudian di Blora membuat pihaknya bertekad mengintensifkan pemberantasannya. “Minimal dapat mengurangi dan membuat jera para pelaku,” tukasnya.

Menurut dia, Polres Blora juga berhasil mengamankan pelaku kasus lain. Seperti jambret dan premanisme yang selama ini meresahkan warga. Sebanyak lima tersangka dari enam lokasi berhasil diamankan. “Pelakunya berhasil diamankan selama kegiatan cipta kondisi,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, kelima tersangka kasus jambret itu masing-masing sering melakukan aksi di Jalan Gatot Subroto wilayah Dusun Kajangan, Kelurahan Sonorejo, Jalan Gatot Subroto Kelurahan Kauman, Jalan Blora-Randublatung tepat di selatan Pom Bensin Gabus, Jalan Ngawen-Japah Desa Berbak, Kecamatan Ngawen, dan di Kecamatan Kunduran.

Terkait premanisme, tambah dia, baru-baru ini terjadi di Randublatung yang melibatkan anak jalanan yang melakukan pemukulan terhadap pengemudi truk. “Saat itu mereka dari arah Bojonegoro, lantaran tidak memiliki uang saku untuk naik angkutan, mereka mencoba menghentikan truk. Namun pengemudi tidak menghentikannya kemudian dipukul,” ujarnya.

“Mereka tidak membawa senjata tajam, tapi menggunakan rangkaian selongsong peluru yang digunakan sebagai cambuk,” tambahnya. 

(bj/fud/feb/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia