Senin, 27 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Dugaan Korupsi Inspektorat Naik Penyidikan

08 Juni 2018, 05: 10: 59 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

Ilustrasi

Ilustrasi (Istimewa/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

BOJONEGORO — Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro menepati janjinya. Dugaan korupsi di tubuh Inspektorat Bojonegoro akhirnya akan dibuka tabirnya. Jika sebelumnya masih dalam tahap penyelidikan. Kini telah masuk ke penyidikan. Kasi Pidana Khusus Kejari Bojonegoro Agus Budiarto mengatakan, naiknya status dari penyidikan sudah sejak Mei.  “Iya sudah kita naikkan ke penyidikan,” katanya, rabu (7/6).

Dia menjelaskan, langkah kejari menaikkan itu setelah dilakukan ekspos oleh jaksa penyidikan. Dalam ekspos tersebut telah dinyatakan bukti permulaan yang menguatkan untuk dilakukan penyidikan. “Jadi ada potensi melawan hukum,” katanya.

Agus mengungkapkan dalam ekspos itu juga disampaikan ada dugaan dalam perkara ini menimbulkan kerugian negara. Jadi, kata dia, jaksa penyidik sudah sepakat untuk melakukan penyidikan.

“Jadi saat ini akan dilakukan pencarian siapa dan bagaimana tindak pidana ini dilakukan,” tegasnya.

Dijelaskan Agus, setelah dilakukan penyidikan. Sejumlah saksi telah dilakukan pemeriksaan. Saksi-saksi yang dipanggil untuk dilakukan pemeriksaan ini sudah berjalan beberapa pekan. “Saksi sudah kita mintai keterangan,” kata dia.

Agus meminta waktu untuk terus melakukan proses penyidikan ini. Jadi, terkait materi-materi penyidikan pihaknya tidak ingin mengungkapkan terlebih dahulu. Termasuk siapa tersangkanya.  “Nanti dulu ya,” terangnya.

Diketahui, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Muhaji menyatakan masih terus mendalami dugaan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan Inspektorat Bojonegoro.

Objek penyelidikan ini, yakni perjalanan dinas yang dilakukan oleh inspektorat dengan tahun anggaran 2015-2017. Diduga, dalam hal ini ada satu orang yang melakukan beberapa kegiatan dalam waktu yang sama. Tetapi ditempat yang berbeda.

Muhaji menyadari jika inspektorat melakukan upaya agar dilakukan peninjauan kembali atas penyelidikan ini. Dan,  berkirim surat ke Kejaksaan Jatim hingga ke Kejaksaan Agung. Menurutnya, mungkin terjadi perbedaan dalam memandang persoalan ini. “Tapi itu haknya. Silakan saja. Kalau kami dianggap tidak berwenang,” terangnya.

Sementara itu, dalam surat yang dilayangkan Inspektorat Bojonegoro menyebut kejaksaan dianggap tidak berwenang melakukan penyelidikan. Sebab, itu persoalan administratif.

(bj/aam/nas/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia