Kamis, 23 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Advertorial

Jokowi: Mbak Puti, Jaga Pancasila

02 Juni 2018, 18: 42: 14 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

JAGA PANCASILA: Cawagub Jawa Timur, Puti Guntur Soekarno saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo dalam peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (1/6/2018).

JAGA PANCASILA: Cawagub Jawa Timur, Puti Guntur Soekarno saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo dalam peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (1/6/2018). (Istimewa/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

SURABAYA - Calon Wakil Gubernur Jawa Timur Puti Guntur Soekarno menghadiri peringatan Hari Lahir Pancasila, yang dipimpin Presiden Joko Widodo, di depan Gedung Pancasila Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (1/6/2018).

Puti hadir mendampingi Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri. “Saya dan Ibu Megawati diundang sebagai keluarga Bung Karno,” kata Puti Guntur. 

Penetapan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila dilakukan Presiden Jokowi melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016. Ini mengingatkan pidato panjang, tanpa teks, oleh Bung Karno di Sidang BPUKI (Badan Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) yang menguraikan falsafah Pancasila.

Peringatan itu juga dihadiri oleh keluarga-keluarga dari BPUPKI dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Peringatan dilakukan dengan upacara resmi kenegaraan.

Selain Puti, cucu Bung Karno yang lain Menko PMK Puan Maharani. Ada pula Meutia Hatta dan Halida Hatta, putri Proklamator Bung Hatta, mantan wakil presiden. Ada pula keluarga A.A. Maramis dan Abdurrahman Baswedan.

Jika Presiden Jokowi memimpin upacara dengan mengenakan pakaian khas adat Jawa, Puti Guntur Soekarno hadir dengan mengenakan kebaya dan kerudung warna merah, dipadu jarit batik Jawa.

“Selesai upacara, berlangsung ramah-tamah. Di antaranya dengan melihat-lihat pameran foto-foto sejarah lahirnya Pancasila,” kata Puti.

Rupanya kehadiran Puti Guntur menarik perhatian Presiden Jokowi. “Saya dipanggil Bapak Presiden untuk mendekat dan mendampingi dalam ramah-tamah itu,” kata Puti.

Termasuk dalam sesi foto-foto, Presiden Jokowi meminta Puti untuk berdiri di dekatnya. “Banyak sekali yang diobrolkan Bapak Presiden. Termasuk tekad kita untuk menjaga Pancasila, di tengah situasi sosial politik saat ini. Ini juga tugas Mbak Puti juga, selaku pemimpin dan penerus ajaran Bung Karno,” kata Puti menirukan pesan Presiden Jokowi.

Situasi obrolan berlangsung cair, hangat dan akrab. Beberapa kali Puti beringsut agak bergeser karena memberi kesempatan tokoh-tokoh lain untuk sesi foto-foto dengan Presiden Jokowi. “Mbak Puti.. sini! Dekat saya. Jangan jauh-jauh,” kata Puti menirukan permintaan Jokowi.

Dalam obrolan, kata Puti, Jokowi juga menanyakan tentang perjuangannya di Jawa Timur. Puti maju menjadi calon wakil gubernur, mendampingi Calon Gubernur Saifullah Yusuf (Gus Ipul).

“Ya saya ceritakan semua, hal-hal yang telah kami kerjakan semua, Gus Ipul dan saya di Jawa Timur,” kata Puti.

Presiden Jokowi berpesan agar Puti tetap bersemangat. Jalan terus, menemui warga masyarakat Jawa Timur dari berbagai lapisan dan golongan. “Semangat ya Mbak. Jalan terus,” kata Jokowi dikutip Puti.

Jokowi lantas menceritakan pengalaman dirinya ketika berlaga di Pilkada DKI, tahun 2012. Ia terus bergerak, tanpa lelah, ke berbagai tempat. “Tidak usah tengok kanan-kiri. Terus bergerak, menemui rakyat. Insya Allah cita-citanya terkabul dalam memimpin Jawa Timur,” pesan Jokowi.

Sewaktu di ruangan hall, di mana Puti agak jauh dari presiden, datanglah ajudan Jokowi yang memberitahu kalau dirinya diminta mendampingi Presiden ke-7 itu. “Obrolan terus berlanjut. Sampai saya diminta menghantar Presiden Jokowi sampai di pintu mobil, sebelum akhirnya meninggalkan tempat,” kata Puti. (*)

(bj/*/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia