Rabu, 26 Jun 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Banyak Tanggal Merah, Lalin Tetap Lancar

30 Mei 2018, 04: 40: 59 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

MASIH STABIL: Arus lalu lintas masih stabil meski banyak tanggal merah dalam sepekan ini. Hal tersebut terlihat dalam pantauan CCTV.  

MASIH STABIL: Arus lalu lintas masih stabil meski banyak tanggal merah dalam sepekan ini. Hal tersebut terlihat dalam pantauan CCTV.   (M. Nurcholish/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

BOJONEGORO – Dalam sepekan ini ada dua tanggal merah sekaligus, yakni selasa (29/5) dan Jumat (1/6) besok. Selain itu, saat ini anak sekolah juga banyak yang libur sekolah sekaligus menjelang tahun ajaran baru. Biasanya, warga akan sibuk bepergian, namun menurut pantauan Kasatlantas Polres Bojonegoro AKP Aristianto Budi, intensitas kendaraan masih normal, kemungkinan rata-rata warga fokus ibadah dan mulai bepergian ketika arus mudik Lebaran.

Perwira berpangkat tiga balok emas di pundaknya itu mengungkapkan kemacetan masih terpusat di wilayah timur Bojonegoro. Karena, memang jalan raya terbilang cukup sempit, namun yang melintasi truk dan bus berukuran besar. Dia juga mengungkapkan Pos Polisi Jambean yang dijadikan monitoring center, cepat mengetahui titik-titik rawan kemacetan, karena didukung CCTV yang terintegrasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro. “Pantauan dari CCTV, lalu lintas Bojonegoro masih normal, meski ada banyak tanggal merah,” ujarnya.

Pihaknya juga terus memantau pengerjaan Jalan Raya Bojonegoro-Ngawi, tepatnya di Kecamatan Kalitidu untuk memastikan ketika arus mudik sudah bisa dimanfaatkan masyarakat. Selain itu, perbaikan jembatan di dekat Pos Polisi Tinggang, Kecamatan Margomulyo. “Kami terus lakukan koordinasi sekaligus komunikasi dengan pihak pelaksana proyek untuk dapat terselesaikan sebelum masa mudik Lebaran. Sehingga saat mudik maupun balik Lebaran dapat berjalan nyaman dan lancar,” jelasnya.

Sementara itu, jalur Bojonegoro yang dijadikan alternatif kendaraan-kendaraan kecil pasca ambruknya Jembatan Widang. Pria yang akrab disapa Aris itu mengatakan proses perbaikan Jembatan Widang bisa tuntas tepat waktu. “Informasinya Jembatan Widang bisa jadi tepat waktu, sehingga arus mudik maupun balik di Bojonegoro tak lagi menjadi jalur alternatif,” katanya. Adapun konsentrasi arus mudik maupun balik titik kerawanan masih berada di wilayah timur. “Hingga saat ini satu titik black spot di Jalan Raya turut Desa Prayungan, Kecamatan Sumberrejo,” pungkasnya.

(bj/cho/gas/nas/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia