Rabu, 26 Jun 2019
radarbojonegoro
icon featured
Blora

Kawasan Objek Wisata Migas, Kedungpupur Siap Diresmikan

30 Mei 2018, 04: 30: 59 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

SIAP DIRESMIKAN : Wana Wisata Kedungpupur yang siap diresmikan, karena sarana sudah 95 persen dibangun.

SIAP DIRESMIKAN : Wana Wisata Kedungpupur yang siap diresmikan, karena sarana sudah 95 persen dibangun. (M. Mahfudz Muntaha/Jawa Pos Radar Blora)

Share this      

BLORA – Kawasan Kedinding Desa Ngraho, Kecamatan Kedungtuban, bakal dijadikan salah satu wahana wisata baru di Blora. Kawasan itu sebelumnya menjadi salah satu lapangan operasi pertambangan Pertamina EP Asset 4 Field Cepu. Sumur-sumur minyak di kawasan itu sudah tidak lagi beroperasi, sehingga akan dijadikan wahana wisata oleh pihak desa. 

Menurut Kepala Desa Ngraho Sumarji, kawasan Kedinding akan dijadikan tujuan wisata Migas, dengan wahana wisata sumur-sumur minyak tua. Sumur-sumur minyak tua itu pernah dikelola KUD dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Blora, PT  Blora Patra Energi (BPE). Bahkan Pertamina sempat berencana mengaktifkan lapangan tersebut. Namun selama beroperasi pada 2017 tidak pernah menghasilkan minyak. 

Dia melanjutkan, untuk rencana itu, pihaknya akan mengajukan izin kepada Pertamina memanfaatkan sumur minyak itu sebagai sarana edukasi dan wisata. “Rencananya operasi dilakukan hanya ketika ada pengunjung, biar pengunjung tahu cara menambang  minyak dari sumur tua,” ungkapnya selasa (29/5). 

Selain mengajukan izin ke Pertamina, ujar dia, pihaknya juga telah mempersiapkan lokasi parkir serta lokasi pedagang. Karena lokasinya berbentuk pegunungan, pengunjung bisa memanfaatkan kendaraan jeep melalui jalur yang ada. “Kami tidak akan menyentuh infrastruktur jalan, biarkan apa adanya, karena itu ada sensasi lain,” ujarnya.

Selain sumur minyak tua, menurut Sumarji, di wilayah Kedinding juga terdapat beberapa tujuan wisata lain. Seperti wisata religi ziarah makam, air terjun dengan suasana asri, dan ada beberapa lokasi lain dalam satu kawasan. Sehingga mengembangkannya juga akan mencoba mengajukan permohonan  alokasi Corporate Social and Responsibility (CSR) dari Pertamina.

Camat Kedungtuban Dasiran, mengaku mendukung upaya pengembangan wisata tersebut. Karena, beberapa wisata alam di Kedinding sudah terkenal di kawasan masyarakat Kedungtuban dan sekitarnya. “Lokasi air terjun selama ini malah sudah banyak yang mengunjungi, terutama pelajar dari SMP dan SMA,” bebernya.

Sementara itu, di kawasan Wana Wisata Migas Kedungpupur yang berada di Desa Ledok, Kecamatan Sambong, akhirnya hampir rampung dan siap diresmikan. Sebab, Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Blora Kunto Aji mengatakan, peresmian akan dilaksanakan setelah Lebaran nanti. Yang saat ini pihaknya sedang menyusun berbagai persiapan untuk peresmian tersebut. Sementara itu revitalisasi Kedungpupur sudah mencapai 95 persen.

Kolam renang utama peninggalan Belanda sudah selesai diperbaiki dan dipasangi sejumlah sarana prasarana keamanan bagi pengunjung. Pasalnya revitalisasi kawasan Wana Wisata Migas Kedungpupur ini melibatkan banyak pihak. Tidak hanya pemkab, juga Pertamina, Perhutani, Kementerian Desa, dan lainnya. “Setelah diresmikan nanti, pengelolaannya akan diserahkan kepada pihak desa melalui BUMDes Desa Ledok,” ujarnya.

(bj/fud/feb/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia