Rabu, 29 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Desa Wisata Butuh Gebrakan Anak Muda

30 Mei 2018, 06: 05: 59 WIB | editor : Fa Fidhi Asnan

sungai

WISATA AIR: Pengunjung wisata air di Kecamatan Dander. (M. Nurkhozim/Radar Bojonegoro)

Share this      

KOTA - Tingkat kunjungan wisatawan ramai ketika awal-awal saja perlu disikapi serius. Inisiatif para pengelola destinasi wisata, khususnya desa wisata masih kurang. Sehingga, butuh peran anak muda berkontribusi dalam gebrakan wisata. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro Amir Syahid mengatakan, tahun lalu, desa wisata sedang naik daun seperti Bukit Tono berada di Desa Sambongrejo, Kecamatan Gondang sekaligus Negeri Atas Angin di Desa Deling, Kecamatan Sekar.

Tetapi tahun ini, dua wisata itu semakin turun pamornya. “Kurangnya atraksi dan gimmick baru. Sehingga masyarakat pun bosan,” jelasnya. Lalu, awal tahun ini, wisata Bendungan Grobogan di Desa Bendo, Kecamatan Kapas, mulai naik trennya, tapi kini mulai landai. Karena itu, disbudpar terus mengajak berdiskusi para pemuda setempat mengelola desa wisata tersebut.

Kepekaan anak muda diharapkan bisa menarik para wisatawan untuk datang. “Trigger wisata tentu dari anak-anak muda, karena generasi muda lebih paham segala ketertarikan sebuah destinasi wisata,” terangnya. Dia memberi contoh, salah satu geosite masuk kawasan cagar alam geologi (KCAG) yakni Sumur Tua Teksas Wonocolo baru-baru ini dikembangkan oleh sekumpulan anak muda.

Mereka membuat innovation camp. Jadi, desa wisata tak hanya berkutat seputar wisata swafoto. Harus ada misi dan output kuat. “Misi mereka bagus yakni membekali pemuda keterampilan bersaing dalam ekonomi modern,” jelasnya.

(bj/gas/rij/faa/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia