Minggu, 26 May 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Kemarau, Kasus DBD Masih Tinggi

28 Mei 2018, 06: 05: 59 WIB | editor : Fa Fidhi Asnan

ilustrasi

Ilustrasi (Istimewa/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

KOTA – Penyakit demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit endemis di Bojonegoro. Biasanya mengalami lonjakan penderita saat musim penghujan. Namun hingga memasuki awal kemarau saat ini (27/5) jumlah kasus masih tinggi. ‘’Hingga bulan ini, yang telah memasuki musim kemarau, kasus DBD masih tinggi. Yakni 102 kasus dan tiga orang meninggal dunia,’’ kata Kasi Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro, Whenny Dyah minggu (27/5).

Whenny mengungkapkan, biasanya mulai Februari kasus DBD mengalami penurunan secara bertahap. Tetapi kenyataannya, mulai Januari hingga April angka kasusnya masih fl uktuatif. Hal ini diperkirakan karena masa pancarobanya belum selesai hingga Mei. “Cuaca memang yang sangat memengaruhi tingginya kasus DBD,” ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Bojonegoro, lanjut dia, pada Januari lalu tercatat sebanyak 40 kasus, Februari sebanyak 20 kasus, Maret 22 kasus, dan April 20 kasus. Sedangkan yang meninggal dunia ada tiga penderita. “Mudah-mudahan hingga akhir Mei ini tidak bertambah,” tukasnya. Berkaitan dengan itu, terang dia, diharapkan kewaspadaan tidak hanya dilakukan Dinkes, namun juga seluruh masyarakat.

Agar penyebaran penyakit DBD semakin menurun. “Kebersihan yang paling diutamakan. Khususnya bak mandi atau tempat-tempat lainnya yang berisi air,” terangnya. Dia mengungkapkan, jumlah penderita DBD yang meninggal tahun ini tergolong menurun. Tahun-tahun sebelumnya penderita yang meninggal sekitar 50 persen dari jumlah total penderita DBD. Dan sebagian besar kalangan anak-anak di bawah 17 tahun.

‘’Penurunan itu karena kualitas kesehatan masyarakat semakin baik,’’ ujarnya. Whenny menambahkan, dinkes juga terus mengupayakan melatih kader juru pemantau jentik (Jumantik). Diproyeksikan per rukun tetangga (RT) ada satu kader jumantik. Masyarakat juga terus diimbau untuk lebih sadar pentingnya kebersihan bak mandi.

“Apabila ada jentik-jentik nyamuk sebaiknya dikuras, kalau perlu diberi larvasida atau yang biasa dikenal abate untuk membasminya. Secara alami bisa menggunakan ikan dan menanam bunga Lavender,” terangnya. 

(bj/gas/feb/faa/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia