Rabu, 19 Sep 2018
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Mayat Sebatang Kara, Diduga Meninggal  3-4 Hari Lalu

Kamis, 17 May 2018 17:01 | editor : Ebiet A. Mubarok

DIBAWA KE RSUD: Rusminto, korban yang diduga sudah meninggal 3-4 hari tanpa diketahui kerabat dan tetangganya dievakuasi petugas dari rumahnya kemarin.

DIBAWA KE RSUD: Rusminto, korban yang diduga sudah meninggal 3-4 hari tanpa diketahui kerabat dan tetangganya dievakuasi petugas dari rumahnya kemarin. (Bhagas Dani Purwoko/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

BOJONEGORO – Rusminto, 79, warga di Jalan Panglima Sudirman Nomor 116,  Kota Bojonegoro ditemukan meninggal dalam kondisi sebatang kara rabu (16/5).  Diduga Rusminto sudah meninggal 3-4 hari lalu di rumahnya. Dia ditemukan  tergeletak di atas sofa ruang tamu rumahnya sekitar pukul 10.00 rabu (16/5). Sebelum korban ditemukan, saudara korban yang tinggal bersebelahan rumahnya dengan korban  menghubungi saudara korban lainnya di Surabaya, Rusyanto. Rusyanto lalu datang ke Bojonegoro kemarin. 

Rusyanto menemukan saudaranya telah meninggal saat dia tiba di rumah. Rusyanto pun mengabari tetangga korban, bernama Yadiman. Setelah itu menghubungi pihak RT dan kepolisian.  Korban lalu dievakuasi ke RSUD dr Sosodoro Djatikoesoemo.   

Berdasarkan informasi dari tetangga yang tinggal sebelah barat rumah korban, Yadiman, 79.  Korban tinggal sebatang kara, tak memiliki istri maupun anak. Menurut dia, kondisi korban sebelumnya memang sudah tak lagi sehat, karena usianya pun sudah tua. “Korbannya bernama Rusminto, usianya sama dengan saya, dulu satu SMA dengan saya,” jelasnya. Dia awalnya mengetahui korban telah meninggal diberitahu oleh adik kandung korban yang berasal dari Surabaya. “Tadi pagi (kemarin,Red), rumah saya diketuk-ketuk, lalu memberitahu kalau dia (Rusminto) sudah meninggal,” terangnya.

Adapun adik kandung korban, Rusyanto menyampaikan bahwa diperkirakan kakaknya tersebut meninggal sekitar tiga atau empat hari yang lalu. Karena pada Sabtu (12/5) lalu, dia menjenguk ke rumah kakaknya tersebut. “Saya Sabtu lalu berkunjung ke sini, saya beri makan nasi campur dan masih bisa diajak mengobrol sedikit-sedikit,” ujarnya. 

Menurut penuturannya, kondisi korban memang kegemukan, sehingga kakinya sudah sangat lemah digunakan untuk jalan, di samping itu usianya juga sudah 79 tahun. “Selain itu, dia juga tidak punya keluarga, jadi tinggal di rumah ini sendirian dan tidak kerja. Jadi, saya sebulan sekali menjenguknya,” ujarnya. 

Kasatreskrim Polres Bojonegoro AKP Daky Dzul Qornain pun menerangkan, bahwa identifikasi sementara korban meninggal karena memang sudah tua dan tidak ada orang yang mendampingi di rumahnya. “Identifikasi sementaranya seperti itu, kami masih tunggu hasil pemeriksaan visum luar dan dalamnya,” jelasnya. Selain itu, pihaknya juga memprediksi kematian korban tidak lebih dari seminggu.

(bj/gas/nas/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia