Minggu, 26 May 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Pendapatan Cukai Diganggu Peredaran Rokok Ilegal 

16 Mei 2018, 06: 15: 59 WIB | editor : Fa Fidhi Asnan

ilustrasi

Ilustrasi (Istimewa/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

KOTA - Penerimaan cukai rokok di Bojonegoro cukup progresif. Dari target 2018 sebesar Rp 730 miliar, pertengahan Mei ini sudah mencapai Rp 172 miliar. Periode sama, angka itu naik sebesar Rp 54 miliar dibanding tahun lalu Rp 118 miliar saja. Fakta kenaikan pendapatan cukai rokok tidak lepas dari tumbuh suburnya perusahaan rokok di Bojonegoro.

Namun, fakta positif itu masih dikotori banyaknya rokok ilegal ditemukan. “Rokok ilegal masih ada, terutama di kawasan perbatasan Bojonegoro,” kata Kepala Bea Cukai Bojonegoro Winarko selasa (15/5). Menurut dia, rokok-rokok ilegal beredar di sejumlah kawasan tersebut justru diproduksi dari Jawa Tengah. Tentu, berpengaruh penjualan rokok legal hasil produksi di Bojonegoro. Apalagi, rokokrokok ilegal produksi luar kota itu juga membahayakan kesehatan.

Data dihimpun selama Januari hingga Mei, terdapat penindakan rokok ilegal sebanyak 28 kali. Hasilnya terdapat 143.480 batang rokok dengan nilai barang Rp 143 juta. Temuan itu mengakibatkan negara dirugikan Rp 55 juta. “Memang itu disayangkan. Sebab, berdampak pada kerugian negara,” imbuh Winarko. Terlepas masih adanya peredaran rokok ilegal di Bojonegoro, secara umum pendapatan cukai rokok bagus.

Itu dipicu tumbuhnya perusahaan rokok di Kota Ledre. Pada 2017, ada 19 perusahaan rokok. Dan, tahun ini ada 21 perusahaan rokok. Sebab, ada 2 perusahaan baru bakal beroperasi. Sekretaris Komisi B DPRD Bojonegoro Lasuri mengatakan, produksi rokok sudah bagus, tentu disayangkan jika terganggu rokok ilegal beredar di pasaran.

Selain merugikan banyak pihak, juga berdampak dana bagi hasil cukai dinikmati masyarakat sendiri. Karena itu, dia meminta agar pemkab atau satpol PP dan dinas terkait bisa bergerak lebih agresif menghentikan peredaran rokok ilegal. “Ini disayangkan. Dinas terkait harus lebih agresif menghentikan peredaran rokok ilegal,” tegasnya.

(bj/zky/rij/faa/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia