Minggu, 23 Sep 2018
radarbojonegoro
icon featured
Advertorial

Dengan Arahan Kiai, Pembangunan Lebih Baik

Senin, 14 May 2018 18:56 | editor : Ebiet A. Mubarok

DEKAT ULAMA: Saifullah Yusuf berbicara di hadapan kiai dan ulama di Ponpes Langitan, Widang, Tuban minggu (13/5).

DEKAT ULAMA: Saifullah Yusuf berbicara di hadapan kiai dan ulama di Ponpes Langitan, Widang, Tuban minggu (13/5). (Istimewa/Jawa Pos Radar Tuban)

TUBAN - Mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tuban KH Fatkhul Huda meminta seluruh warga Nahdlatul Ulama (NU) kompak berada di belakang para kiai sepuh untuk mendukung pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno sebagai gubernur dan wakil gubernur Jatim. Harapan tersebut minggu (13/5) disampaikan pada acara Silaturahmi Ulama, Santri, dan Tokoh Masyarakat se-Kabupaten Tuban Bersama Drs Saifullah Yusuf di Ponpes Langitan Tuban. 

Hadir pada acara tersebut, Pengasuh Ponpes Langitan Widang, Tuban KH Ubaidillah Faqih, Ketua DPC PKB Tuban Noor Nahar Hussein, Rais Syuriah PCNU Tuban KH Cholillurahman, Ketua PCNU Tuban KH Mustain Syukur, KH Qohwanul Adib, KH M. Faqih, dan KH Abdurahman Soleh. Berikutnya, Ketua DPRD Tuban M. Miyadi, anggota DPRD Provinsi Jatim Khozanah Hidayati, dan Pembina PC GP Ansor Tuban Nashruddin Ali. Hadir juga pengurus Muslimat dan Fatayat dari seluruh kecamatan di Tuban. 

Dikatakan Kiai Fathul Huda, selama ini Gus Ipul begitu takzim kepada kiai. Dan, dia pula satu-satunya calon gubernur Jatim yang direstui dan didorong para kiai sepuh. 

DEKAT ULAMA: Saifullah Yusuf berbicara di hadapan kiai dan ulama di Ponpes Langitan, Widang, Tuban minggu (13/5).

DEKAT ULAMA: Saifullah Yusuf berbicara di hadapan kiai dan ulama di Ponpes Langitan, Widang, Tuban minggu (13/5). (Istimewa/Jawa Pos Radar Tuban)

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Langitan KH Ubaidillah Faqih yang tampil di sesi terakhir lebih banyak memberikan materi pemantapan kepada  ulama, santri, dan tokoh masyarakat yang hadir. 

Dia mengatakan, dirinya termasuk salah satu dari 20 kiai yang mempelopori dan memerintahkan Gus Ipul untuk mencalonkan sebagai gubernur. ''Cita-citanya (kiai, Red.) untuk memuliakan Islam, memajukan ekonomi dan pendidikan agama,'' kata putra sulung almarhum KH Abdullah Faqih tersebut. 

Gus Bed, panggilan akrab KH Ubaidillah Faqih mengaku lama mengenal mantan ketua umum GP Ansor dua periode tersebut. Selama ini, kata dia, Gus Ipul berakhlak khidmat (hormat) dan dekat dengan kiai. Dia mencontohkan suatu malam, dirinya ingin berbicara dengannya terkait masalah pemerintahan. ''Malam itu juga dia datang ke pondok dan menemui saya,'' Gus Bed. Begitu tawaduknya dengan kiai, lanjut dia, hidupnya pun barokah.

Mulai menjadi anggota DPR, menteri pembangunan daerah tertinggal, hingga dua periode  menjabat wagub. Dengan akhlaknya itulah, dia yakin tidak mungkin Gus Ipul mengabaikan dawuh kiai dan ulama. Kepada sekitar 5 ribu undangan yang hadir, kiai chos ini juga mengatakan, kiai bukan berpolitik, tapi bertujuan untuk memuliakan umat Islam melalui peningkatan ekonomi dan pendidikan agama.  

Gus Ipul yang tampil di sesi awal mengatakan, selama ini dirinya selalu mendengarkan masukan dari para kiai dan ulama. Dia mencontohkan ketika awal dilantik sebagai wakil gubernur Jatim pada 2008 silam, dirinya dipesani para kiai. Dua di antaranya meningkatkan pendidikan agama dan memberantas prostitusi. Salah satu pertimbangan kiai dan ulama menitipkan pesan tersebut karena selama ini pendidikan agama di sekolah formal hanya 3-4 jam seminggu. Titipan kiai inilah yang dijalankan Gus Ipul dengan memajukan madrasah diniyah dan memberikan bantuan operasional daerah madrasah diniyah (Bosda Madin) serta beasiswa bagi para guru madrasah diniyah.

Untuk pemberantasan prostitusi, Gus Ipul menyatakan sudah bekerja sama dengan bupati/walikota di seluruh Jatim. Bupati yang paling merespons cepat adalah bupati Tuban yang menutup seluruh tempat pelacuran di Bumi Wali. 

Titipan kiai dan ulama pada pencalonan gubernur kali ini terkait peningkatan ekonomi. Pertimbangannya, kota maju pesat. Sementara desa tertinggal. ''Titipan inilah yang kemudian diterjemahkan dalam tagline kami, Kabeh Sedulur, Kabeh Makmur,'' kata dia.  Gus Ipul mengatakan, dengan mengikuti arahan kiai, maka pembangunan dipastikan akan berjalan semakin baik. Dan, ujungnya kesejahteraan masyarakat cepat tercapai.

(bj/ds/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia