Kamis, 14 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Imbau Masyarakat Tidak Borong Sembako

05 Mei 2018, 06: 15: 59 WIB | editor : Fa Fidhi Asnan

ilustrasi

Ilustrasi (Istimewa/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

KOTA - Lonjakan harga sembilan kebutuhan pokok (sembako) potensi terjadi menjelang puasa Ramadan. Sebab, konsumsi terhadap sembako ada kenaikan. Namun, lonjakan harga tidak naik signifikan, apabila tidak ada gerakan masyarakat memborong sembako.

Sekretaris Dinas Perdagangan (Disdag) dan Pasar Agus Haryana mengatakan, lonjakan harga tidak terlalu signifikan, jika tak ada gerakan memborong sembako. Sehingga, kenaikan harga bisa dikontrol. Biasanya kebutuhan pokok yang mulai naik seperti telur dan bawang merah. “Masyarakat juga harus cerdas, jadi jangan borong sembako. Bisa menyusahkan masyarakat lainnya,” katanya jumat (4/5).

Selain itu, disdag dan pasar mengantisipasi dengan menggelar operasi pasar murah. Sejak Senin (30/4) lalu hingga 14 hari ke depan. Sasaran pasar murah di sejumlah kecamatan. Seperti Kecamatan Baureno, Kepohbaru, Kanor, Temayang, dan Sekar. 

Pasar murah tersebut, menurut dia, merupakan instruksi dari Disdag Jawa Timur. Tentu, untuk mengantisipasi lonjakan harga sembako terjadi menjelang puasa Ramadan. Selain itu, operasi pasar murah, per rumah tangga hanya boleh membeli 5 kilogram (kg) beras, 2 kg gula, dan 2 liter minyak goreng. 

Sebab, harga kebutuhan pokok tersebut telah disubsidi. Sehingga, harganya di bawah harga eceran tertinggi (HET). Disdag menyediakan stok 1,5 ton beras, 600 kilogram gula, dan 600 liter minyak goreng. “Minyak goreng dan gula sering kali habis terjual lebih dulu. Rata-rata profesi di desa-desa ialah petani,” ucapnya. 

(bj/gas/rij/faa/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia