Rabu, 29 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Butuh Rp 2,5 Miliar Bayar BPJS Honorer

05 Mei 2018, 06: 00: 59 WIB | editor : Fa Fidhi Asnan

ilustrasi

Ilustrasi (Istimewa/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

KOTA - Tenaga honorer di lingkup Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro diarahkan akan didaftarkan sebagai peserta BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan. Honorer tersebut di bawah naungan Disdik Bojonegoro. Mulai TK, SD, dan SMP. Baik yang kategori dua (K2) maupun non-K2. ‘’Saat ini masih kami bahas dengan DPRD,’’ kata Kepala Disdik Bojonegoro Hanafi jumat (4/5).

Hanafi optimistis program yang diusulkannya tersebut akan disetujui. Sudah ada sinyal positif dari DPRD. Sebab, banyak yang mengetahui jika selama ini honorer mendapatkan upah tidak banyak. Bahkan, upah mereka selama ini diambilkan dari dana bantuan operasional sekolah (BOS). ‘’Ini tentunya kabar yang menggembirakan,’’ jelasnya.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, pemkab membutuhkan anggaran Rp 2,5 miliar. Itu dibutuhkan selama satu tahun anggaran. Menurut Hanafi, besaran tersebut tidaklah banyak. Jauh lebih besar anggaran disediakan untuk tunjangan kinerja mencapai Rp 50 miliar. ‘’Saya kira bisa. Tapi mungkin itu baru terealisasi tahun depan,’’ jelasnya.

Menurut dia, jumlah honorer di Bojonegoro mencapai 3.600 orang. Namun, tidak semuanya bisa didaftarkan BPJS. Mereka yang akan didaftarkan adalah yang memiliki surat penugasan dari bupati. ‘’Jadi, yang punya surat penugasan itu yang akan didaftarkan,’’ jelasnya.

Jumlah guru honorer yang memiliki surat penugasan bupati mencapai 2.800 orang. Sedangkan, pegawai tidak tetap (PTT) mencapai 830 orang. Sisanya belum mendapatkan surat penugasan. Mereka yang tidak mendapatkan surat penugasan karena memang belum layak. ‘’Karena masa kerja dan belum sarjana. Kita memang membatasi yang sarjana yang memperoleh surat penugasan,’’ jelas dia.

(bj/zim/rij/faa/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia