Rabu, 13 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Nduk

Jangan Pernah Mengeluh

03 Mei 2018, 17: 21: 17 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

Istikanah 

Istikanah  (Istimewa/Jawa Pos Radar Tuban)

Share this      

NDUK - Tidak ada kata mengeluh dalam kamus hidup Istikanah, 28. Sejak kecil, wanita yang akrab disapa I’is ini sudah yatim-piatu. Karena itu, sebisa mungkin wanita kelahiran Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak ini hidup mandiri dalam hal apa pun. Terlebih dirinya merupakan anak sulung. 

Sejak ditinggal kedua orang tuanya, I’is membiayai hidupnya dengan membuka usaha. Dibantu saudara-saudaranya, dia meneruskan bisnis toko pakaian yang ditinggalkan orang tuanya. Dengan keteguhannya, wanita berjilbab ini bisa membiayai kuliahnya di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama (Stikes NU) hingga lulus. ‘’Sambil kuliah saya juga mencari nafkah untuk adik-adik,’’ kata dia.

Terbiasa mandiri dan memeras keringat untuk biaya hidup membuat I’is tidak terbiasa mempunyai waktu untuk bermalas-malasan. Meski sekarang sudah menikah dan bekerja sebagai perawat Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Tuban, dia tidak meninggalkan bisnis toko pakaiannya. Karena itu, waktunya pun habis untuk bekerja dan mengelola usaha. ‘’Sudah saya tanamkan pada diri sendiri untuk tidak pernah mengeluh,’’ ujarnya.

Kesibukan wanita lulusan SMAN 3 Tuban ini tak berhenti sampai di situ. Ketika di rumah, dia harus mengurus dua anaknya yang masih balita. Meski demikian, I’is mengaku beruntung karena dukungan  suami dan anak-anaknya. ‘’Selama ini dua anak saya pengertian jika ibunya sibuk,’’ ujarnya bersyukur.

(bj/yud/ds/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia