Sabtu, 15 Dec 2018
radarbojonegoro
icon featured
Hukum & Kriminal

Digerebek, Kolam Berisi 20 Ribu Liter Baceman

Rabu, 02 May 2018 09:09 | editor : Ebiet A. Mubarok

MODUS BARU: Kolam berisi bahan baku arak usai dikuras petugas saat digerebek Selasa (1/5).

MODUS BARU: Kolam berisi bahan baku arak usai dikuras petugas saat digerebek Selasa (1/5). (Yudha Satria Aditama/Jawa Pos Radar Tuban)

TUBAN - Tiga kolam yang mampu menampung sekitar 20.800 liter bahan baku arak atau baceman Selasa (1/5) digerebek. Dua kolam masing-masing memiliki kapasitas 5 ribu liter tersebut ditemukan terlebih dahulu pada Kamis (28/4) di Dusun Dlupang, Desa Tegalagung, Kecamatan Semanding. Dalam razia tersebut, diamankan Sumani, pemilik bahan baku arak tersebut.

Dalam pengembangan penyelidikan kemarin, satu kolam lain berisi 10.800 liter arak menyusul ditemukan tak jauh dari lokasi pertama. Selain kolam baceman baru, polisi juga mengamankan dua tersangka lain. Mereka adalah Sumarlik dan Warsam. Kedunya merupakan komplotan Sumani. Sumarlik merupakan pemain lama. Dalam penyelidikan terungkap dia bertugas sebagai peracik baceman. Sementara Sumani adalah otak dalam produksi minuman fermentasi beras tersebut.

Dalam razia yang mendapat atensi Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono tersebut juga disita 400 liter arak siap edar. Barang bukti lain, 3 unit tungku, 5 unit kompor, dan puluhan tabung elpiji 3 kilogram (kg). Usai digerebek, tiga tersangka tersebut langsung digelandang ke Mapolres Tuban untuk ditahan dengan jeratan pasal  204 KUHP.

Nanang menegaskan, dalam penggerebekan tersebut diagendakan didatangi Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin. Karena bertepatan dengan May Day, kapolda batal datang karena harus menemui ribuan massa yang berdemo  di Surabaya. 

Dia memastikan, dalam waktu dekat kapolda akan datang ke Tuban untuk meninjau lokasi pabrik arak tersebut. 

Perwira kelahiran Bojonegoro tersebut membuktikan komitmennya dalam memberantas miras dengan menangkap tiga tersangka yang terlibat dalam produksi miras tersebut. Dipaparkan Nanang, masing-masing tersangka mempunyai peran yang berbeda. Mulai mengolah baceman, memproduksi, dan mendistribusikan. Meski tugas yang berbeda, dia memastikan mereka dijerat pasal yang sama. ‘’Semua tersangka yang terlibat langsung ditahan. Tidak diberi ampun,’’ tegas dia.

Lulusan Akpol 2000 itu mengatakan, kolam baceman merupakan modus baru produsen arak. Tujuannya tidak sekadar menghemat biaya, namun juga mengelabui petugas. Kepada petugas, pemilik awalnya berdalih ternak lele. Namun, setelah diselidiki ternyata kolam yang ditutup rapat terpal tersebut merupakan kolam baceman. ‘’Dengan wadah kolam yang kotor, ini jauh lebih berbahaya bagi tubuh,’’ ujar dia. Nanang kemudian menganalogikan arak yang disiramkan ke rumput lalu dibakar. Ternyata, arak tersebut bisa jadi penyulut api layaknya bahan bakar. ''Kalau masuk ke tubuh bisa berbahaya’’ kata dia.

(bj/ds/yud/bet/JPR)

 
Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia