Rabu, 11 Dec 2019
radarbojonegoro
icon featured
Advertorial
Purnasiswa Kelas XII MAN Tuban

Cetak Siswa Kreatif Bermental Pemimpin

27 April 2018, 12: 29: 04 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

FOTO BERSAMA: Kepala dan waka MAN Tuban bersama Kemenag Tuban, komite sekolah, dan perwakilan perbankan syariah di Tuban. 

FOTO BERSAMA: Kepala dan waka MAN Tuban bersama Kemenag Tuban, komite sekolah, dan perwakilan perbankan syariah di Tuban.  (Yudha Satria Aditama/Jawa Pos Radar Tuban)

Share this      

TUBAN - Sebanyak 406 siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tuban Selasa (24/4) diwisuda. Acara tersebut dihelat di Gedung Graha Sandiya Tuban mulai pukul 07.30 hingga 11.00. Tak hanya pelepasan siswa, dalam acara tersebut juga ditampilkan karya dan kreatifitas siswa-siswi sekolah di Jalan HOS Cokroaminoto tersebut. Kepala MAN Tuban Agung Hidayatullah mengatakan, sekolah yang dipimpinnya mengutamakan kedisiplinan dalam belajar mengajar. Salah satunya, menerapkan sistem digital finger print untuk asensi anak didiknya.  Sistem tersebut terintegrasi dengan ponsel wali kelas, guru bimbingan konseling, dan orang tua/wali murid. ‘’Jadi siswa terlambat atau bolos akan diketahui langsung oleh orang tua,’’ kata Agung.

Sekolah yang memiliki 5 kelas jurusan IPA, 4 kelas IPS, dan 2 kelas agama untuk masing-masing jenjang itu juga terus mendorong siswanya tumbuh dengan kreatifitasnya masing-masing. Salah satu ekstrakurikuler andalannya adalah busana fashion yang mencetak generasi desainer muda. Di bidang seni, kualitas siswa MAN Tuban sudah tak diragukan lagi karena sudah melahirkan sejumlah musisi yang duet dengan artis papan atas seperti Didi Kempot dan lainnya.

MAN Tuban terus mengukuhkan diri sebagai madrasah unggulan di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) yang memajukan berbagai bidang. Agung mengatakan, siswa MAN Tuban dibimbing dengan mental agama yang kuat, kreatifitas tanpa batas, serta memiliki jiwa kepemimpinan yang tangguh. Tujuannya, setelah lulus, anak didik memiliki bekal kuliah maupun langsung bekerja. 

SUNGKEM: Siswa kelas XII saat berpamitan dengan mencium tangan bapak/ibu guru.

SUNGKEM: Siswa kelas XII saat berpamitan dengan mencium tangan bapak/ibu guru. (Yudha Satria Aditama/Jawa Pos Radar Tuban)

Dikatakan pria kelahiran Bojonegoro ini, dirinya terus mendorong siswa-siswinya agar memiliki jiwa kompetitif agar mampu bersaing secara global. Salah satunya, dengan mengembangkan soft dan hard skill, siswa lebih matang sebelum terjun ke dunia pendidikan tinggi. ‘’Untuk mematangkan pemahaman agama, kami juga menerapkan sistem pondok tiap Jumat-Sabtu yang wajib diikuti kelas X dan XI jurusan Agama. Sementara jurusan lain juga diperbolehkan ikut,’’ terang dia.

Kepala Kemenag Tuban Sahid mengapresiasi pencapaian MAN Tuban selama ini. Dikatakan dia, MAN Tuban memenuhi panca prestasi yang dirintis Kemenag. Yakni, prestasi akhlak mulia, keagamaan, sains dan teknologi, serta seni dan olahraga. Tentu, itu menjadi bukti kalau madrasah bisa bersaing dan terus berkembang. ‘’MAN Tuban juga berprestasi dan rutin mencetak siswa kreatif. Ini menjadi bukti kalau madrasah kini terus maju,’’ tutur pria kelahiran Gresik itu.

(bj/yud/ds/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia