Senin, 09 Dec 2019
radarbojonegoro
icon-featured
Lamongan

Urungkan Jembatan Sementara, Bangun Ulang Jembatan Cincin

25 April 2018, 05: 10: 59 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

DIBANGUN ULANG: Untuk mengantisipasi kepadatan arus mudik jalur pantura, jembatan cincin lama kembali dibangun.

DIBANGUN ULANG: Untuk mengantisipasi kepadatan arus mudik jalur pantura, jembatan cincin lama kembali dibangun. (Anjar D. Pradipta/Jawa Pos Radar Lamongan)

Share this      

BABAT - Jembatan Cincin lama bakal dibangun ulang. Keputusan itu Selasa (24/4) disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Wahid Wahyudi. “Jika sebelumnya direncanakan Jembatan Bailey, sekarang dirubah langsung dibangun jembatan,” ujarnya saat meninjau lokasi perbaikan jembatan. 

Menurut Wahid, untuk mengantisipasi kepadatan arus mudik jalur pantura, memang dibutuhkan jembatan. Sebab, volume kendaraan yang melintas cukup padat. Tidak mungkin selalu mengandalkan jalur alternatif. Apalagi, kondisi jembatan Sedayu Kecamatan Brondong usianya juga sudah tua. 

Dia mengaku mendapatkan informasi dari Balai Perbaikan Jembatan Nasional (BPJN) VIII bahwa pembangunan jembatan itu bukan bailey lagi. ‘’Dipastikan  jembatan rampung H-10 lebaran,” tegasnya. 

Wahid menuturkan, ambruknya jembatan cincin karena tiga truk yang melintas saat itu kelebihan muatan. Padahal, jembatan tidak mampu menampung kendaraan dengan muatan berlebih. Dia menuturkan, saat ini pihaknya bekerjasama dengan balai besar melakukan survei jembatan. Tujuannya, mengetahui kekuatan jembatan yang ada. Sehingga, kendaraan yang melintas harus menyesuaikan ketentuan muatan. 

“Kalau perlu kita akan pasang petugas di setiap jembatan untuk memperhatikan kendaraan melintas dan efek kejut,” ujarnya. 

Ketua PPK Perbaikan Jalan Nasional Tuban, Gresik, dan Lamongan, Balai Besar Jalan Nasional VIII Surabaya, Tugiman, menjelaskan, perbaikan jembatan dikebut supaya rampung sebelum lebaran. Pihaknya sudah melakukan perbaikan berkala di titik ambruknya jembatan tersebut. 

Dia mengklaim, pernah melakukan perbaikan pada 2015 dan 2017. Juga,  pemeliharaan berkala, termasuk memasang baut yang lepas. “Sebelum kejadian, sudah direncanakan untuk perbaikan lagi, ternyata terlambat,” ujarnya. 

Saat ini, lanjut dia, pihaknya tengah fokus melakukan survei di beberapa jembatan. Kemarin, jembatan cincin lama dan cincin baru yang disurvei. Namun, hasilnya belum keluar. Hari ini dilakukan survei untuk mengetahui kekuatan Jembatan Sedayu Kecamatan Brondong yang menjadi alternatif. “Kita lakukan survei semua jembatan untuk mengetahui kekuatannya,” tuturnya. 

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Timur,  Hamy Wahjunianto,  menyatakan, robohnya jembatan cincin lama ini membuat Indonesia dikenal dunia. Seharusnya pemerintah memiliki perhatian lebih terhadap pengelolaan jembatan. Kejadian tersebut bisa menjadi pelajaran bagi seluruh pihak. Ambruknya jembatan itu karena kelebihan tonase truk melintas. 

Menurut dia, seharusnya pemerintah segera mengaktifkan jembatan timbang yang bisa mensortir setiap kendaraan melintas. Sejak peralihan jembatan timbang menjadi kewenangan pusat, dari total 19 jembatan, hanya dua yang aktif. “Sisanya mangkrak hampir dua tahun, akibatnya kendaraan bebas membawa muatan berapapun,” jelasnya yang meninjau lokasi kemarin. 

Komisi D berharap ada perhatian dari pemerintah pusat dari kejadian tersebut. Sehingga, tidak terjadi lagi jembatan ambruk di tempat lain. Apalagi, usia jembatan tidak ada yang muda.

(bj/rka/jar/yan/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia