Senin, 27 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

Kondisi Membaik, Ibu Bayi Kembar Ingin Jenguk Anak

25 April 2018, 05: 05: 59 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

MEMBAIK: Kondisi Badriyah saat ditemui di rumah orang tuanya, Dusun Putat, Desa Kebonagung, Kecamatan Pucuk

MEMBAIK: Kondisi Badriyah saat ditemui di rumah orang tuanya, Dusun Putat, Desa Kebonagung, Kecamatan Pucuk (Anjar D. Pradipta/Jawa Pos Radar Lamongan)

Share this      

BABAT – Kondisi Choirul Badriyah, ini dari bayi kembar siam dempet dada dan perut, Anindita dan Aninda, masih lemah. Dia memilih tinggal bersama orang tuanya daripada pulang ke rumahnya Desa Keyongan, Kecamatan Babat. Kemarin rumahnya yang berdinding papan sepi. Sebab, Timuzin Novianto, suaminya Choirul Badriyah, juga tidak di rumah. Sueb, kerabat dekat Timuzin, mengatakan, rumah tersebut untuk sementara tidak ditinggali. 

‘’Pasca melahirkan sempat pulang ke sini, tapi (Choirul Badriyah) akhirnya memilih di ibunya,” katanya. Sueb memaklumi bila Badriyah pulang ke orang tuanya. Sebab, kondisi saudaranya itu memang masih lemah pascamelahirkan. 

Wartawan Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin menemui Badriyah di rumah orang tuanya, Dusun Putat, Desa Kebonagung, Kecamatan Pucuk. Saat rumah tersebut didatangi, Badriyah terlihat duduk di kursi kayu. Di depannya, diletakkan kursi plastik. Dua kakinya berada di atas kursi plastik itu. ‘’Sejak lahir, sudah dirawat di ruang intensif, jadi tidak bisa bertemu,” ujarnya. 

Badriyah mengatakan, sampai sekarang dirinya tidak mengetahui kondisi pasti bayinya. Dia hanya rajin memerah ASI untuk dikirim ke Surabaya. Sebab, dokter belum mengizinkan dirinya pergi menjenguk bayi kembarnya. Saat ini, kondisi Badriyah sudah membaik. Dia tidak perlu check-up lagi. “Setidaknya dalam waktu dekat saya bisa menemui anak saya,” tuturnya. 

Badriyah menceritakan, menjelang kehamilan bayinya, tidak ada firasat apapun. Dia masih menjalani aktivitas mengajar di RA setiap hari. Bahkan, saat dilakukan USG pada usia kehamilan 9 bulan, dokter hanya mengatakan bayinya kembar. Pada usia kehamilan 9 bulan lima hari, terjadi kontraksi dan buka tiga. Dia kemudian dilarikan ke bidan terdekat. Bidan lalu menyarankan dibawa ke RSIA Fatimah. “Sepanjang jalan sudah buka delapan, jadi sampai RSIA langsung lahir,” jelasnya. 

Badriyah hanya bisa pasrah dengan kondisinya sekarang. Dia berharap kedua anaknya bisa selamat dan bisa kembali berkumpul bersama keluarganya.

(bj/jar/rka/yan/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia