Minggu, 15 Dec 2019
radarbojonegoro
icon featured
Features

Vinda Dwi Hanifah, Anak Muda Pegiat Batik di Blora

Oleh: Amrullah A.M

23 April 2018, 17: 53: 42 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

KREATIF: Vinda Dwi Hanifah yang mendampingi para pembatik di Blora. Para pembatik juga didorong untuk membuat galeri.

KREATIF: Vinda Dwi Hanifah yang mendampingi para pembatik di Blora. Para pembatik juga didorong untuk membuat galeri. (Amrullah Ali Moebin/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

FEATURES - Vinda tengah sibuk dengan kegiatan workshop dan edukasi batik yang diadakan di rumahnya. Lokasinya di Jalan Nusantara Blora. Kegiatan itu terdiri dari edukasi budaya batik, desain motif, teknik produksi batik, hingga membangun karakter melalui batik. 

Perempuan 26 tahun ini menggelar kegiatan  dengan kawan-kawannya yang tergabung dalam tim Manggar Pelangi. Sebenarnya dia bukan lulusan jurusan kesenian atau perbatikan. Melainkan dia adalah lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta jurusan bidang kesehatan masyarakat. Namun, kecintaannya terhadap budaya Blora membuat dirinya lantas menjatuhkan pilihan untuk ikut ngopeni batik di Blora. 

Batik Blora masih berumur jagung. Artinya, Blora memang bukan tempat produsen batik. Tetapi, secara bertahap akhirnya muncul batik lokal. Hanya, para pembatik belum bisa memanjeman batik menjadi maksimal. 

Seperti di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan. Di sana telah muncul produsen batik rumahan. Desa yang jaraknya cukup jauh dari perkotaan ini memang perlu sentuhan. Vinda yang berasal dari Kedungtuban itu pun mendapat peluang untuk mendampingi produsen batik di sana.

Dia berkecimpung tentang batik. Menyatu dengan para produsen di sana. Awalnya, para pembatik mengeluhkan jika di sana tak banyak orang yang mengetahui industri batik. Praktis, jarang orang membeli batik di Desa Sumber. 

Vinda memutar otak agar batik di Sumber tetap mendapatkan tempat pada para konsumen. Dia pun mulai membangun jaringan bersama pemuda sekitar. Termasuk bertemu dengan seorang teman yang pandai untuk membuat desain batik. 

Dari sana, dia mulai menelaah berbagai persoalan tentang bisnis batik. Baginya, batik tidak hanya tentang menjual kain. Tetapi, batik ini tentang budaya leluhur. Jadi, perlu sentuhan filosofi dari setiap batik yang telah diproduksi. Perlahan tapi pasti, dengan timnya dia mulai bergerak belajar tentang motif. Termasuk mendalami karakter budaya Blora. Ketemulah beberapa motif. Termasuk motif jati hingga gagak rimang. 

Jati adalah tanaman yang banyak ditemukan di Blora. Sebab, hampir lima puluh persen wilayah Blora adalah hutan jati. Dari jati, kemudian dikupas lagi. Tentang daun hingga batangnya. Termasuk akarnya. 

Jadi, kata Vinda, dari sinilah batik Blora mulai mendapatkan tempat. Dia terus membangun dengan timnya untuk terus menggencarkan batik Blora pada para konsumen. Jika memang anak-anak muda masih belum kepincut. Dia pun mendekatinya dengan perlahan. Mulai dari desainnya hingga cara mengemas batik yang ramah anak muda. 

“Anak muda itu harus mencintai batik,” kata dia. 

Perempuan berparas ayu ini melanjutkan, pendampingannya untuk meng-explore batik Blora bukan persoalan mudah. Sebab, banyak tantangan di sana. Apalagi, Blora bukan kota batik. Dia harus bersaing dengan kota-kota lain yang sudah mengarakter batiknya. 

“Kita punya batik tulis dan batik cap juga,” terangnya. 

Untuk itu, sebuah galeri dibuat. Galeri sebagai tempat penjualan batik secara offline. Sedangkan, gerakan online tetap dilakukan. Akhirnya, ada titik terang dalam pengelolaan batik. Bersama teman-teman mudanya, galeri pun dikelola dengan baik. Sudah mulai mendapat respons positif dari beberapa pihak. 

Para produsen batik yang ada di pedalaman Blora pun mulai terpublikasikan dengan baik. Vinda dengan kawan-kawannya pun mulai bergerak ke Cepu. Batik di sana pun punya potensi untuk dikembangkan. 

“Ya di galeri ini batik kita bisa jual secara offline,” terangnya.  Dia mengajak para generasi muda untuk cerdas dalam memanfaatkan peluang. Khususnya bagi para pegiat batik. Sebab, batik merupakan kebudayaan asli nusantara. (*/nas)

(bj/aam/nas/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia