Senin, 27 Jan 2020
radarbojonegoro
icon-featured
Lamongan

Pasca Ambruk, Sejumlah Jalan di Lamongan - Bojonegoro Alami Kemacetan

23 April 2018, 08: 57: 39 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

BIKIN MACET: Jalanan Padat Merayap akibat ambruknya Jembatan Cincin.

BIKIN MACET: Jalanan Padat Merayap akibat ambruknya Jembatan Cincin. (Anjar D. Pradipta/Jawa Pos Radar Lamongan)

Share this      

BABAT - Kemacetan yang terjadi di jalan raya Babat belum ada pemecahan solusi. Bahkan, kemacetan terkadang hingga wilayah perbatasan Kabupaten Bojonegoro. Sebab, sejak Jembatan Cincin ambruk, kendaraan yang menuju Semarang dialihkan ke jalur Bojonegoro, Cepu, dan Purwodadi. ‘’Sejak truk besar - besar lewat, kamacetan semakin panjang dan lama,’’ kata Abdillah, warga Kelurahan Banaran, Kecamatan Babat, kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Dia menuturkan, saat malam hari, kendaraan berat semakin banyak. Bahkan, rumah warga di sekitar jalan raya terasa bergetar. Abdillah mengklaim sebagian rumah warga yang bertembok terdapat tanda - tanda retak akibat getaran kendaraan berat tersebut. ‘’Mau nyebrang saja sekarang kesulitan,’’ keluhnya.

Dia berharap disiagakan petugas karena kepadatan lalu lintas. Apalagi, keberadaan kendaraan berat sangat membahayakan warga sekitar. Sebab, jalan raya di Kelurahan Banaran ukurannya sempit dibandingkan jalan raya Babat – Lamongan lainnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Lamongan, A Farikh memastikan setelah jembatan cincin sebelah barat ambruk, kendaraan berat tidak boleh melintas di jembatan tersebut. Sebab, dikhawatirkan terjadi ambruk di sisi satunya karena kelebihan tonase kendaraan berat. Arus lalu lintas jurusan Semarang harus melewati Bojonegoro – Cepu - Purwodadi. ‘’Selama jembatan belum siap dilewati, terpaksa ada peralihan arus lalu lintas,’’ katanya.

(bj/msu/jar/yan/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia