Rabu, 11 Dec 2019
radarbojonegoro
icon-featured
Peristiwa

Arus Lalin Lamongan Bojonegoro Padat Merayap

19 April 2018, 17: 59: 39 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

RAMAI LANCAR: Jalur Bojonegoro-Babat tepatnya di Proliman, Kapas, terpantau ramai lancar. Kendaraan bernomor polisi Jawa Tengah dan Jawa Barat banyak melintas.

RAMAI LANCAR: Jalur Bojonegoro-Babat tepatnya di Proliman, Kapas, terpantau ramai lancar. Kendaraan bernomor polisi Jawa Tengah dan Jawa Barat banyak melintas. (Bhagas Dani Purwoko/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

LAMONGAN – Arus lalu lintas (lalin) di Jalan Deandles Lamongan cukup padat. Itu imbas dari ambruknya Jembatan Cincin Lama penghubung Kecamatan Babat, Lamongan – Kecamatan Widang, Tuban. “Arus lalin padat merayap. Banyak truk besar melintas sejak kemarin (Selasa),” tutur Ali Efendi, warga Desa/ Kecamatan Paciran, Lamongan, Rabu (18/4).

Kemacetan terjadi dari arah Surabaya menuju ke barat. Ali mengaku dari Surabaya menuju pulang ke rumah Selasa lalu pukul 17.00 WIB. Biasanya dia tiba di rumah pukul 18.30 WIB. Tapi padatnya arus lalin membuat Ali tiba di rumah pukul 22.00 WIB. “Sejak keluar di Tol Manyar sampai Paciran intensitas kendaraan sangat padat,” imbuhnya.   

Menurut dia, pengaruh meningkatnya volume kendaraan di Jalan Deandles dirasa menimbulkan pengaruh cukup besar bagi warga sekitar. Jalan nasional tersebut tak terlalu lebar dengan aktivitas lingkungan sekolah. “Aktivitas ekonomi agak terganggu,” ujarnya.  

Ali menuturkan, masyarakat cemas dan waswas. Walaupun laju kendaraan tidak cepat. Tapi mengganggu warga yang tinggal di pinggir jalan. Karena hentakan kendaraan sangat dirasakan hingga di dalam rumah. “Rata-rata tidak bisa tidur orang-orang yang rumahnya di pinggir Jalan Deandles,” tukasnya. 

Terpisah, Kepala UPT Dinas Perhubungan (Dishub) dan LLAJ Jatim di Lamongan, Imam Chairil Shaleh memantau adanya perlambatan arus di arah jalur ke pantura.  “Istilahnya perlambatan bukan kemacetan. Terutama di daerah tanjakan, serta daerah yang kanan-kirinya ada pasar. Contohnya Pasar Blimbing, Paciran,” katanya. 

Sementara itu, Imam mengaku jembatan timbang sudah tak diaktifkan sekitar awal tahun lalu. Namun, hingga kini pihaknya belum mendapat informasi kapan jembatan timbang diaktifkan pascakejadian ambruknya Jembatan Cincin Lama. Sehingga, dirinya menunggu instruksi dari pusat untuk pelaksanaannya nanti. “Sejak diserahkan ke pusat belum tahu kapan aktif lagi. Tapi rencananya kan memang ditangani pihak ketiga. Kita masih tunggu informasi dari pusat,” pungkasnya.  

Kasatlantas Polres Bojonegoro AKP Aristianto Budi Sutrisno mengungkapkan, meski dijadikan jalur alternatif, jalanan Bojonegoro masih terpantau ramai lancar. Jumlah volume kendaraan yang melintas terlihat mulai ada kenaikan meski belum secara signifikan. “Intensitas volume kendaraan akan meningkat pada sore dan malam,” tuturnya.

Beberapa petugas Satlantas Polres Bojonegoro mulai disiagakan di beberapa titik yang rawan macet dan rawan kecelakaan. Khususnya di wilayah perbatasan, di antaranya  jalur rel kereta api (KA) Tawang di Kecamatan Cepu, Blora, dan jalur rel KA Gajahbolong di Kecamatan Baureno. “Anggota yang disiagakan untuk mengatur arus lalu lintas agar mampu mengurai kemacetan,"jelasnya. 

Meski demikian, perwira berpangkat tiga balok di pundaknya itu pun menambahkan bahwa pengalihan jalur tersebut tak hanya lewat Bojonegoro saja.  Terdapat tiga jalur alternatif, yaitu akses melintasi Bojonegoro, Jombang, dan Tuban. “Tumpuannya tak hanya Bojonegoro, bersama Satlantas Polres Tuban dan Lamongan, kami arahkan juga jalur alternatif lewat Jombang atau Tuban.

Kendaraan dari Surabaya hendak ke Semarang bisa melewati alternatif jalur tengah, yaitu Babat-Bojonegoro yang berjarak sekitar 36 kilometer. Jalur inilah yang menghubungkan antara Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah lewat Kecamatan Cepu, Blora, hingga ke Kabupaten Rembang. 

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro, beberapa kendaraan lewat Proliman Kapas, belok ke arah utara menuju jembatan Glendeng hingga tembus di pertigaan Pakah, Kecamatan Plumpang (Pantura). Kendaraan bernomor polisi Jawa Tengah dan Jawa Barat banyak yang melintas Rabu (18/4).

(bj/gas/ind/nas/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia