Kamis, 23 Jan 2020
radarbojonegoro
icon-featured
Peristiwa

Evakuasi Berjalan Alot, Satu Truk Dipotong Tiga Bagian

19 April 2018, 17: 34: 50 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

DIPOTONG: Pekerja sedang memotong truk yang tercebur di Bengawan Solo akibat Jembatan Cincin Lama ambruk. Foto bawah, potongan kepala truk yang diangkat crane setelah dipotong.

DIPOTONG: Pekerja sedang memotong truk yang tercebur di Bengawan Solo akibat Jembatan Cincin Lama ambruk. Foto bawah, potongan kepala truk yang diangkat crane setelah dipotong. (Anjar D. Pradipta/Jawa Pos Radar Lamongan)

Share this      

LAMONGAN – Evakuasi tiga truk yang tercebur di Jembatan Cincin Lama penghubung Kecamatan Babat, Lamongan – Kecamatan Widang, Tuban berjalan alot. Upaya yang dilakukan Selasa (17/4) sore hingga malam hari tak membuahkan hasil. Kendalanya, jembatan tak mampu menahan beban crane dan beban truk. Evakuasi kembali dilakukan Rabu  (18/4), dengan mengosongkan bak truk dan memotong bagian truk menjadi tiga bagian. Yakni kepala, chasing, dan bak truk. 

Dari pantauan wartawan koran ini, pemotongan truk S 8569 UE dilakukan mulai pukul 13.00 WIB. Kepala satu truk itu berhasil dievakuasi pukul 16.15 WIB. Sedangkan, proses evakuasi truk lainnya masih dilakukan hingga tadi malam.  

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Surabaya I Ketut Darmawahana menjelaskan, evakuasi yang dilakukan sebelumnya menggunakan crane dengan berat 40 ton. 

Saat truk diangkat total beratnya 58 ton. Namun, secara analisis hitungan BBPJN VIII, beban tersebut melebihi sekitar 20 persen batas yang ditetapkan. Jembatan tak mampu menahan beban seberat itu.  “Untungnya tadi malam (Selasa malam) kita datang. Kalau itu diangkat sedikit, maka habislah kita,” tutur Ketut kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Sedangkan, lanjut dia, pihaknya bersama pihak terkait melakukan rapat bersama. Yakni, mencari solusi agar proses evakuasi cepat dilakukan. Disepakati crane yang digunakan kemarin beratnya 25 ton. Sedangkan, pemotongan truk menjadi tiga bagian untuk menyesuaikan kekuatan beban jembatan. 

“Sudah ada solusi dengan dipotong menjadi tiga bagian. Itu sudah dihitung sama teman-teman di lapangan,” ujarnya.  Dia berharap saat dilakukan evakuasi kondisi bawah jembatan harus disterilisasi. Sehingga untuk mengantisipasi hal-hal lain, yang justru nantinya menambah permasalahan. “Saat evakuasi masyarakat harus aman. Kalau diangkat ternyata di bawahnya ada sesuatu lagi. Maka kita akan repot lagi,” tukasnya. 

Senada, Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin mengatakan, rapat bersama dilakukan untuk mengambil langkah evakuasi yang cepat. Pembahasannya berdasar evaluasi pada evakuasi yang dilakukan sebelumnya. “Evakuasi sebelumnya tidak dilanjutkan, karena ada kekhawatiran jembatan tidak mampu dan goyang,” terang Machfud.

Dia mengaku sudah menginstruksikan agar isi muatan truk dikosongkan. Sehingga beban bisa terkurangi. Disinggung terkait limbah smelter yang membahayakan bisa mencemari Sungai Bengawan Solo, Machfud mengaku jika isi limbah diupayakan tidak dibuang ke sungai. “Misalnya satu truk bebannya kosong 15 ton, minimal terkurangi. Kita ingin proses evakuasi bisa cepat dilakukan,” ucap Machfud. 

Sementara itu, petugas kepolisian belum bisa menyimpulkan penyebab pasti ambruknya Jembatan Cincin Lama. Menurut dia, Jembatan Cincin merupakan barang tua dan membutuhkan kontrol.  “Penyebab pastinya masih dalam penyelidikan. Nanti akan kita dalami dulu,” imbuhnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Jembatan Cincin Lama sisi barat penghubung Kecamatan Babat, Lamongan – Kecamatan Widang, Tuban ambruk Selasa lalu (17/4) sekitar pukul 10.45 WIB. Akibatnya dua truk tronton muatan limbah smelter, satu dump truk muatan pasir, dan motor bebek terperosok masuk ke dalam daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo pemisah Lamongan - Tuban. 

Insiden itu menewaskan satu orang, sedangkan empat korban lainnya selamat. Muhlisin, sopir truk tronton (nopol belum diketahui) tewas di tempat kejadian perkara (TKP). Sedangkan, Saiful Arif, sopir truk tronton nopol S 8569 UE yang selamat.  

Serta, Ubaidilah Masum asal Tuban yang membonceng Muhammad Rizal Afifudin mengendarai motor bebek nopol L 3466 DJ selamat dari kejadian nahas tersebut. Keduanya mengalami luka ringan dan dirawat di Puskesmas Widang, Tuban.

(bj/jar/ind/nas/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia