Sabtu, 25 Jan 2020
radarbojonegoro
icon-featured
Bojonegoro

Jembatan Cincin Lama Ambruk, Ini Kronologinya

18 April 2018, 09: 28: 00 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

AMBRUK: Jembatan Cincin Lama yang menghubungkan Lamongan-Tuban ambruk kemarin pagi. Akibatnya satu orang meninggal, tiga orang selamat. Belum diketahui penyebab ambruknya jembatan tersebut.

AMBRUK: Jembatan Cincin Lama yang menghubungkan Lamongan-Tuban ambruk kemarin pagi. Akibatnya satu orang meninggal, tiga orang selamat. Belum diketahui penyebab ambruknya jembatan tersebut. (Canggih Putranto/Jawa Pos Radar Tuban)

Share this      

LAMONGAN – Ubaidilah tak menyangka Selasa (17/4) adalah hari nahas baginya, Tapi beruntung dia dan temannya M. Rizal masih selamat. Tak ada petanda atau kejanggalan, saat melewati Jembatan Cincin Lama yang menghubungkan Lamongan-Tuban, tiba-tiba ambruk. Saat itu, Ubaidilah berada di belakang tiga truk,  tiba-tiba bagian depan jembatan ambruk. Untung keduanya itu bisa terlepas dari motor yang tergencet di bawah badan truk. Motor inventaris kantor kedua korban berada yang berhasil dievakuasi sekitar pukul 12.15 WIB.

“Tidak ada bunyi dan tanda jembatan rusak. Tiba-tiba langsung ambruk gitu saja. Seingat saya, hanya saya dan teman saya ini yang mengendarai motor,” tukasnya.  Suara ambruknya jembatan cukup keras, hingga terdengar hingga jarak 200 m dari TKP. 

Yusron, warga Babat menjelaskan, dirinya dan warga lainnya langsung menuju ke TKP untuk menyelamatkan korban. Namun, proses evakuasi korban Muhlisin cukup sulit, karena posisinya yang tergencet di dalam truk. 

“Cukup kaget melihat jembatan sudah dalam keadaan seperti ini. Setelah saya berenang ke dalam, ternyata juga ada motor. Tapi berapa pastinya saya belum tahu,” tukasnya.  

Kemarin, pukul 10.45 WIB, Jembatan Cincin Lama sisi barat penghubung Kecamatan Babat, Lamongan – Kecamatan Widang, Tuban tiba-tiba ambruk. Akibatnya dua truk tronton muatan limbah smelter, satu dump truk muatan pasir, dan motor bebek terperosok masuk ke dalam daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo pemisah Lamongan - Tuban. 

Kronologi Ambruknya Jembatan

Kronologi Ambruknya Jembatan (Ainue Ochiem/Jawa Pos Radar Tuban)

Muhlisin, sopir truk tronton (nopol belum diketahui) tewas di tempat kejadian perkara (TKP). Muhlisin dilarikan ke RSUD Dr Soegiri Lamongan. Sedangkan, Saiful Arif, sopir truk tronton nopol S8569 UE yang selamat berada di Mapolsek Widang untuk dimintai keterangan.  

Selain itu, Ubaidilah Masum asal Tuban yang membonceng Muhammad Rizal Afifudin mengendarai motor bebek nopol L 3466 DJ selamat dari kejadian nahas tersebut. Keduanya mengalami luka ringan dan dirawat di Puskesmas Widang, Tuban.

Nasib mujur juga dialami Samsul Arif, sopir dump truk yang belum diketahui nopolnya yang selamat dari maut. Namun, Samsul harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Muhammadiyah Babat.  

“Informasi yang kita terima satu korban yang meninggal dunia, sedangkan yang lainnya selamat,” tutur Kapolres Lamongan, AKBP Febby Dapot Parlindungan Hutagalung kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Jembatan Cincin ada dua sisi. Sisi timur merupakan bangunan baru. Namun, jembatan sebelah barat didirikan sekitar Tahun 1984. Sehingga, jembatan di jalan nasional tersebut lazimnya disebut Jembatan Cincin Lama. Yakni, memiliki panjang 260 meter (m), yang dibagi menjadi lima bagian. 

Rinciannya lantai pertama hingga keempat masing-masing panjangnya 55 m. Sedangkan lantai kelima panjangnya 40 m. Sedangkan, lantai ketiga yang ambruk. Lebar jembatan sekitar 7 m. 

Febby mengatakan, untuk penyidikan penyebab ambruknya jembatan tersebut bakal ditangani Polsek Tuban.  “Kita sudah koordinasikan. Untuk penyidikan nantinya ditangani Polsek Widang, karena lebih dekat di sana,” imbuhnya. 

Kronologi ambruknya jembatan berawal saat truk tronton dikemudikan Saiful Arif, 35, berjalan di depan truk tronton dikemudikan Muhlisin. Dua truk muatan limbah smelter itu berjalan sejajar melintas di Jembatan Cincin Babat – Widang.

“Saya menyadari jika ada truk yang akan menyalip,” tutur Saiful Arif saat dikonfirmasi di Mapolsek Widang, Tuban. 

Selanjutnya dump truk muatan pasir (belum diketahui nopolnya) akan menyalip kendaraan truk S 8569 UE (belum diketahui nopolnya) dikemudikan Samsul Arif. Sedangkan, di belakang truk Ubaidilah Masum membonceng Muhammad Rizal Afifudin. Tak lama berselang, jembatan patah dan ambruk. “Kejadiannya sangat cepat,” ungkapnya. 

Tiga truk dan satu motor tersebut terperosok ke DAS Bengawan Solo. Posisi dump truk muatan pasir posisinya bersebelahan dengan truk tronton yang dikemudikan Muhlisin. Sedangkan, truk tronton nopol S 8569 UE terbalik dan menimpa truk tronton yang dikendarai Muhlisin. Empat korban selamat, sedangkan Muhlisin meninggal akibat tergencet. 

“Setelah kejadian, saya langsung mengabari rekan-rekan truk lainnya,” katanya. 

M. Rizal mengalami luka di tangan dan pinggang. Staf salah satu koperasi bersama Ubaidilah, korban yang juga rekan kerjanya di rawat di Puskesmas Widang. 

“Dua di rawat disini (Puskesmas Widang). Sedangkan, korban tewas di bawa ke RSUD Dr Soegiri Lamongan,” terang Nur Kholik, perawat Puskesmas Widang, Tuban.

Berdasar hasil pemeriksaan, jelas dia, Ubaidilah tak mengalami luka apapun. Hanya mengalami shock. Sedangkan, nyeri pinggang yang dirasakan Rizal bukan merupakan patah tulang. Setelah dinyatakan hanya mengalami luka ringan, keduanya dipulangkan kemarin sore. 

“Hanya mengalami luka ringan. Sudah bisa pulang hari ini (kemarin) juga,” katanya.  

Ubaidilah menjelaskan, saat kejadian dirinya ke rumah M. Rizal sekitar pukul 09.00 WIB dari Tuban. Setelah itu, keduanya hendak melanjutkan pekerjaan ke Widang. 

Ubaidilah tak merasakan hal janggal di Jembatan Cincin Lama, yakni tak tanda-tanda kerusakan jembatan. 

Hingga berita ini ditulis, petugas terkait masih kesulitan untuk melakukan evakuasi ketiga truk tersebut. Crane dari JOB- PPEJ Soko, CV Berdikari Jenu belum mampu mengangkat beban truk yang terjebur di DAS Bengawan Solo. Namun, petugas masih melakukan upaya untuk mengevakuasi ketiga kendaraan bertonase berat tersebut. 

Kapolsek Widang AKP Totok Wijanarko itu mengatakan, proses evakuasi berjalan cukup lama. Lebih dari lima jam, tiga truk tersebut masih belum berhasil dievakuasi. Itu karena tiga kendaraan tersebut mempunyai beban yang berat. Petugas gabungan yang melakukan evakuasi sempat mendatangkan crane dari CV Berdikari, Kecamatan Jenu. Namun crane tersebut tidak mampu mengangkat beban. “Proses evakuasi kendaraan masih menunggu crane dari JOB- PPEJ Soko mengingat crane sebelumnya tidak mampu mengangkat beban,” jelas mantan Kapolsek Singgahan.

Sementara itu, Kapolres Tuban AKBP Sutrisno HR mengatakan, proses evakuasi dengan menyusuri Bengawan Solo juga dilakukan. Tujuannya untuk mengetahui indikasi adanya korban lain yang tercebur dalam jembatan tersebut. 

Selain itu, evakuasi sempat sulit karena ada salah satu sopir yang terjepit. Sehingga membutuhkan tenaga ekstra untuk mengeluarkan korban dari jepitan dashboard kendaraan beratnya. “Sementara ditemukan ada tiga truk dan satu motor yang terlibat jadi korban,” tutur perwira kelahiran Makassar tersebut.

Sutrisno mengatakan, korban luka ringan dilarikan di Puskesmas Widang. Sementara korban meninggal dilarikan di RSUD dr R. Koesma dan dilanjutkan dikirim ke pihak keluarga. Sementara korban selamat masih diamankan di Mapolsek Widang.

(bj/can/ind/yud/nas/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia