Selasa, 17 Sep 2019
radarbojonegoro
icon-featured
Bojonegoro

Macet Sepanjang 5 Km, Kendaraan Berat Dilarang lewat Widang

18 April 2018, 09: 10: 36 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

PADAT: Pertigaan Manunggal Utara yang menjadi pusat pengalihan arus dari Jalan Panglima Sudirman ke Jalan Tuban – Panyuran. 

PADAT: Pertigaan Manunggal Utara yang menjadi pusat pengalihan arus dari Jalan Panglima Sudirman ke Jalan Tuban – Panyuran.  (Canggih Putranto/Jawa Pos Radar Tuban)

Share this      

TUBAN – Akibat jembatan Widang ambrol kemacetan pun mengular. Baik dari arah Surabaya-Lamongan ke Tuban-Bojonegoro maupun sebaliknya.  ‘’ Kemacetan, sepanjang 5 km dari arah barat menuju ke timur tepatnya Jalan Raya Lamongan – Babat tepatnya di Desa Bulutrate Kecamatan Babat,’’kata Kanit Turjawali Polres Lamongan Ipda Purnomo 

Polisi menerapkan sistem buka tutup baik dari arah Tuban ke Lamongan maupun sebaliknya.  ‘’Kemacetan sangat panjang, akhirnya dilakukan penutupan di satu arus dari wilayah Lamongan ke Tuban,’’ujarnya. 

Sementara itu, salah satu sopir,  Gunawan mengatakan, tidak mengetahui sama sekali kalau adanya kemacetan karena jembatan putus menuju Tuban. ‘’Saya kena macet, kurang lebih 3 jam lamanya belum juga lolos macet,’’ ungkapnya. Hingga Selasa malam (17/4), dari pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro jumlah kendaraan yang melewati jalan raya Bojonegoro sangat padat. Hingga pukul 21.00, iring-iringan kendaraan dari arah Babat yang melewati Bojonegoro sangat panjang. Bahkan terlihat tanpa jeda.

Sementara itu, Satlantas Polres Tuban bergerak cepat untuk rekayasa pengalihan arus lalu lintas. Usai jembatan ambrol Selasa (17/4) sekitar pukul 11.00, petugas disebar di tiga titik untuk mengalihkan arus lalu lintas. Titik tersebut di Manunggal Utara, Manunggal Selatan, dan di Jalan Tuban - Pakah. Tujuannya agar kemacetan terurai dan menghindari beban jembatan yang berlebih.

KBO Lantas Polres Tuban Ipda Jamhari mengatakan, pengalihan arus dikhususkan untuk seluruh kendaraan berat yang menuju Surabaya. Pengalihan arus dibagi tiga titik. Untuk kendaraan berat, titik pertama pengalihan arus difokuskan di pertigaan Manunggal Utara. Di titik tersebut, dipasang papan rambu berukuran 2 x 1 meter (m) di dekat bundaran air mancur agar terlihat jelas dari arah timur. 

Untuk kendaraan berat dari Jawa Tengah menuju Surabaya arus dialihkan ke jalur pantai utara (pantura). Sehingga dari Jalan Panglima Sudirman (timur) bisa melanjutkan perjalanan dengan melalui Jalan Tuban – Panyuran, melintasi Kecamatan Panyuran lalu ke Kecamatan Brondong, Lamongan. “Di titik tersebut juga ada tiga hingga lima petugas berjaga secara bergantian untuk mengarahkan kendaraan,” kata Jamhari.

Jika kendaraan berat dari kawasan Kota Tuban yang melintasi jalan perkotaan, Jalan Gedongombo ke selatan, petugas juga sudah mengantisipasi di titik kedua. Titik tersebut berada di pertigaan Manunggal Selatan. Di titik ini tidak ada papan peringatan pengalihan arus. Namun petugas membuat batas jalan menggunakan cone. Setiap kendaraan berat yang melintas ditanya oleh petugas hendak ke mana. Jika hendak ke Surabaya petugas mengimbau untuk putar balik dan lewat Panyuran. 

Titik terakhir, kata Jamhari, berada di pertigaan Pakah. Di jalan tersebut seluruh kendaraan berat dilarang ke timur (arah Widang). Bagi pengendara truk bisa memilih pindah haluan ke selatan (arah Bojonegoro) atau utara (arah Palang). Jalan Pakah – Widang, kata Jamhari, steril dari kendaraan berat. Yang diperbolehkan lewat hanya truk kecil, kendaraan pribadi, dan roda dua. “Kalau kendaraan berat dibiarkan lewat, dikhawatirkan beban jembatan cincin baru overload dan menambah kemacetan,” kata dia.

Perwira berpangkat balok satu di pundak itu mengatakan, belum diketahui kapan pengalihan arus tersebut berlangsung. Dia mengatakan, selama belum mendapatkan instruksi dari pimpinan, pengalihan arus akan terus dilakukan. Dia hanya memprediksi pengalihan arus masih akan berlangsung lama hingga perbaikan jembatan dilakukan. 

Sementara itu, beberapa kendaraan, bertujuan ke Tuban  dari Lamongan langsung dilakukan pengalihan untuk di pertigaan Sukodadi dan Pucuk. Tujuannya agar, kemacetan tidak terlalu padat di pertigaan Mira (Babat) menuju ke Bojonegoro. 

‘’Semua kendaraan, menuju ke Tuban semua tidak diperbolehkan masuk kecuali dari Tuban karena keterbatasan jembatan yang tak memungkinkan,’’ ucap Kasatlantas AKP Argya Satrya Bhawana. 

Sebelum dilakukan penutupan total, digunakan buka tutup untuk satu jembatan yang di sisi sebelah timur. Akan tetapi, jembatan saat dilewati truk besar terlihat bergoyang sehingga saat melewati hanya dua sampai tiga truk saja, tak berani banyak. Setelah dilakukan rapat bersama – sama, tentunya dari wilayah timur berhenti total tidak boleh melewati. 

‘’Jadi di pertigaan Mira, sudah dijaga sama anggota dan ditutup total untuk kendaraan ingin melalui ke Tuban,’’ ungkapnya. 

 Sementara ini, untuk kendaraan yang diperbolehkan bertujuan ke Tuban melalui pertigaan Sukodadi dan Pucuk dengan ketentuan tak ada muatan atau kosong, bus serta mobil pribadi. Sedangkan truk yang diperbolahkan lewat. Tidak bermuatan  berlebihan yang sangat membahayakan. 

 ‘’Beberapa anggota, sudah melakukan pemasangan banner macet di dua pertigaan tersebut,’’tegas mantan Kasatlantas Blitar .

Kemungkinan besar, untuk penutupan jalan dari Lamongan Ke Tuban pastinya tetap berlanjut sampai selesai pembangunan jembatan selesai.  “Belum bisa memperkirakan, sampai berapa lama untuk pembenahan kemungkinan besar untuk Lebaran tahun ini.  Perbaikan menggunakan jembatan bailey akan selesai sebelum Lebaran,’’ ujarnya.

(bj/can/yud/mal/nas/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia