Rabu, 29 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Masih Ada Potensi Longsor

16 April 2018, 06: 05: 59 WIB | editor : Fa Fidhi Asnan

ilustrasi

Ilustrasi (Fa Vidhi/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

BOJONEGORO – Meski intensitas hujan mulai berkurang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro mengimbau masyarakat pinggir bantaran Bengawan Solo dan anak sungai tetap mewaspadai longsor. Sebab, selama April diperkirakan hujan masih turun dan bisa memicu fl uktuasi debit air sungai. Sehingga, kemungkinan longsor masih bisa terjadi. “April kemungkinan longsor tetap besar,” kata Plt Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Bojonegoro, Andik Sudjarwo minggu (15/4). Menurut Andik, secara umum bantaran sepanjang Bengawan Solo longsor.

Selama bulan ini masih kerap terjadi hujan, meski intensitasnya menurun. Sehingga, berdampak pada kenaikan debit air. Naik turunnya debit air itu bisa memicu terjadinya tergerusnya bantaran. “Kalau April memang masih (ada ancaman longsor, Red). Mei sudah tidak,” ujarnya. Dia mengungkapkan, dari data yang dihimpun, sejumlah kawasan bantaran Bengawan Solo mengalami ambrol/longsor. Di antaranya Kecamatan Padangan, Bojonegoro, dan Baureno.

Sedangkan, untuk anak sungai mengalami ambrol tebing, yakni di Kecamatan Ngambon, Ngasem, dan Sukosewu. “Bantaran di sejumlah kecamatan mengalami ambrol dan ini rentan terjadi,” katanya. Menurut dia, April dimungkinkan masih terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Kondisi itu akan memicu terjadinya fluktuasi permukaan sungai. Baik Bengawan Solo maupun anak sungai. Sehingga, akan berpengaruh pada pergerakan tanah di bantaran.

Karena itu, dia mengimbau agar masyarakat yang berada di pinggir bantaran tetap meningkatkan kewaspadaan dan selalu berkoordinasi dengan pihak desa maupun kecamatan terkait kondisi di bantaran. “Harus sering koordinasi dengan pihak desa maupun BPBD,” ujarnya.

(bj/zky/feb/faa/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia