Rabu, 29 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

Pelancong Buta dengan Wisata Tuban

14 April 2018, 06: 50: 59 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

MASIH PERAWAN: Air terjun Banyulangse, Desa Boto, Kecamatan Semanding, salah satu objek wisata yang tidak populer dan kurang dilirik wisatawan.

MASIH PERAWAN: Air terjun Banyulangse, Desa Boto, Kecamatan Semanding, salah satu objek wisata yang tidak populer dan kurang dilirik wisatawan. (Yudha Satria Aditama/Jawa Pos Radar Tuban)

Share this      

TUBAN – Libur nasional yang bertepatan dengan hari Sabtu seperti hari ini selalu menjadi momentum long holiday yang menyenangkan. Hampir dipastikan libur panjang akhir pekan selalu mengundang kedatangan wisatawan luar kota yang jumlahnya lipat. Namun, karena tidak ada peta wisata dari Pemkab Tuban, para wisatawan pun buta dengan destinasi wisata di Bumi Wali.

Dampaknya, hanya tempat wisata populer saja yang menjadi jujukan. Tempat wisata populer tersebut, Pantai Cemara Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu; Pantai Kelapa Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang, dan Pemandian Bektiharjo Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding. Di sisi lain, destinasi wisata yang tidak terkenal justru sepi pengunjung. 

Denny Sumarna, admin akun Instagram Explore Tuban mengatakan, sejauh ini wisatawan luar kota belum punya acuan kunjungan wisata jika plesir ke Tuban. Selama ini, banyak wisatawan luar kota yang menjadikan akun Instagram miliknya sebagai rujukan destinasi wisata yang hendak dikunjungi. Tak sedikit dari wisatawan luar kota mengenal wisata di Tuban berdasar foto unggahan dan regram dari akun yang dikelola Denny. 

Kabid Pariwisata Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Tuban Suwanto mengklaim dinasnya sudah mempunyai peta rujukan wisata. Bentuknya leaflet yang disebarkan di restoran, hotel, dan travel perjalanan. Selebihnya mengandalkan website resmi milik pemkab. Itu pun masih belum mampu menjangkau seluruh lokasi wisata. ‘’Wisatawan di Tuban bisa browsing di Google Map,’’ kata dia.

Berbeda dengan kota tetangga seperti Bojonegoro. Untuk mengetahui lokasi tempat-tempat wisata di Kota Ledre tersebut, wisatawan tidak perlu repot bertanya atau browsing. Itu karena hampir di tiap titik keramaian sudah terpampang peta wisata lengkap dengan lokasinya. Menanggapi hal tersebut, Wanto mengakui kalau Tuban masih baru melangkah meniru kota tetangga. ‘’Akan kami mulai akhir tahun ini,’’ kata dia.

Untuk branding wisata, Tuban juga jauh tertinggal. Branding wisata melalui media sosial dan aplikasi Android justru banyak dilakukan melalui kreativitas anak mudanya. Seperti halnya promosi wisata Bumi Wali melalui akun Instagram. Mereka inilah yang mempromosikan wisata Tuban dengan sukarela. ‘’Media sosial kami memang belum punya, baru melalui website milik Pemkab Tuban,’’ tambah Wanto.

Begitu pula untuk peta wisata melalui aplikasi Android. Pengelolanya juga bukan dari pemkab, melainkan dari swasta melalui aplikasi Tuban Guide. Belum diketahui pasti siapa pemilik dan pengelola akun tersebut. Hanya saja aplikasi yang menyediakan informasi serba-serbi wisata seperti peta, lengkap dengan penginapan di sekitar area tersebut seharusnya dimiliki pemkab.

(bj/yud/ds/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia