Sabtu, 25 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

Trotoar Dilebarkan, Akhir April PKL Alun-alun Relokasi 

12 April 2018, 07: 23: 18 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

DIPERLEBAR: PKL di Alun-alun. Akhir April para PKL akan direlokasi.

DIPERLEBAR: PKL di Alun-alun. Akhir April para PKL akan direlokasi. (Anjar D. Pradipta/Jawa Pos Radar Lamongan)

Share this      

KOTA – Mulai akhir bulan ini, para pedagang kaki lima (PKL) sore di sekitar Alun – Alun Kota Lamongan tidak bisa lagi berjualan di lokasinya. Sebab, Pemkab Lamongan mulai melakukan renovasi. Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Pemukiman Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Lamongan, Siti Zulkhah, menyatakan, renovasi alun-alun dimulai akhir April. Langkah pertama, pelebaran trotoar sepanjang masing-masing 1,5 - 2 meter untuk 8 spot. Anggaranya, sekitar Rp 3,6 miliar. 

Zulkhah menjelaskan, pelebaran trotoar ini menjadi agenda utama untuk memberikan akses bagi difabel dan pejalan kaki. Sehingga, alun-alun nanti bisa menjadi tempat bagi seluruh masyarakat Kota Soto ini untuk menghabiskan waktunya.  “Kalau tribun tidak mungkin digeser, tapi kalau pagar akan dihilangi semua,” ujarnya. 

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Komisi C DPRD Lamongan, M Amir, mengatakan, renovasi alun - alun memang dilakukan tahun ini. Pemkab sudah menyediakan anggaran sekitar Rp 10 miliar lebih untuk mengubah jantung kota tersebut. Ada beberapa desain disuguhkan untuk renovasi alun - alun. ‘’Jangan sampai adanya renovasi justru menjadikan polemik,” ujarnya. 

Menurut Amir, sebelum proses pengerjaan berlangsung, sebaiknya dilakukan koordinasi dengan PKL setempat. Sehingga, pedagang tidak merasa dirugikan. Karena, renovasi ini sebenarnya memberikan wadah lebih layak bagi pedagang selama berjualan.  “Intinya komunikasi dan sosialisasi dulu,” katanya.

(bj/jar/rka/yan/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia