Rabu, 11 Dec 2019
radarbojonegoro
icon featured
Ekonomi Dan Bisnis

Kaset Pita Incaran Para Kolektor

09 April 2018, 06: 55: 59 WIB | editor : Fa Fidhi Asnan

ilustrasi

Ilustrasi (Istimewa/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

BOJONEGORO – Ingar-bingarnya teknologi digital menggerus beberapa produk konvensional seperti kaset pita maupun VCD. Karena sekarang masyarakat dimanjakan dengan music streaming, jadi modal HP saja sudah mampu menjelajahi jutaan musik lokal maupun internasional secara gratis. Tetapi, bagi yang hobi mengoleksi kaset-kaset pita, tentu hal tersebut tak menutup kemungkinan toko-toko kaset pita yang masih hidup akan jadi jujukan. Karena banyak toko kaset yang sudah gulung tikar akibat gempuran digital.

Salah satu pengusaha toko kaset, Beng Widodo mengungkapkan permintaan kaset pita maupun VCD memang sangat sepi. Tetapi yang tetap membuatnya hidup adalah para kolektor dari berbagai kota yang selalu tertarik dengan kaset-kaset pita lawas. Penjualan kaset pita minimal 10 biji per bulan, sedangkan VCD minimal 20 per bulan. “Dibilang sepi itu pasti karena semuanya sudah lari ke online.

Tetapi konsumen yang memang kolektor masih cukup banyak, orang Surabaya sering ke sini,” tuturnya. Lesunya permintaan toko kaset sepertinya juga diakibatkan banyaknya label rekaman besar yang sudah tumbang sejak beberapa tahun lalu. Jadi, memang tak bisa dipungkiri, perkembangan dunia digital sangat pesat. “Banyak yang sudah tumbang label-label rekaman besar, jadi pasokan pun nggak ada.

Jadi, terkadang saya impor,” jelasnya. Bahkan, biasanya konsumen juga inden dulu di toko tersebut. “Rata-rata memang kolektor itu orang tua, jadi buruannya seputar AKA, Gong 2000, Iwan Fals, Swami, Koes Plus, dan musisi lawas lainnya,” kata dia.

(bj/gas/wid/faa/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia