Selasa, 10 Dec 2019
radarbojonegoro
icon featured
Blora

Astaga, Jarum Tertinggal Usai Melahirkan

07 April 2018, 06: 25: 59 WIB | editor : Fa Fidhi Asnan

ilustrasi

Ilustrasi (Istimewa/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

CEPU - Puskesmas Cepu hingga jumat (6/4) masih melakukan monitoring terhadap proses persalinan Sunti, warga Desa Tambakromo. Sunti merupakan pasien yang mengalami nahas setelah persalinan pada 17 Maret lalu. Peristiwa dialami Sunti ini cukup mengkhawatirkan. Jarum 3 sentimeter (cm) tertinggal di alat vital setelah melahirkan. Jarum tersebut diduga terjatuh ketika bidan yang menangani memperbaiki jalan kelahiran. Jarum ini tertinggal selama dua hari.

Hingga akhirnya dilakukan operasi mengambil jarum sepanjang 3 cm tersebut. Dan, ditemukan telah menguning. Nurul Sujidah kakak pasien menyayangkan jarum bisa tertinggal di dalam tubuh adiknya. Pihak keluarga baru mengetahui setelah korban kontrol setelah dua hari melahirkan 17 Maret lalu. Dan, Senin (19/3) ketika dirujuk puskemas untuk melakukan rontgen di salah satu laboratorium kesehatan. “Ternyata hasilnya patahan jarum tertinggal di dalamnya (jalan lahir),” ujarnya.

Akhirnya, menurut dia, adiknya harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum (RSU) Cepu. Dan dilakukan operasi bedah untuk mengambil jarum yang tertinggal tersebut. ‘’Dan jarum yang tertinggal itu sudah menguning. Dan terlihat lubang jarum sudah tidak ada,’’ keluhnya. Menurut Nurul, awalnya sudah curiga kepada bidan yang menangani adiknya. Ketika adiknya melahirkan pukul 00.05, salah satu bidan mengatakan terdapat jarum digunakan menjahit terjatuh. Bidan menganggap patahan jarum jatuh ke bawah.

Sehingga proses penjahitan terus dilakukan. “Kemudian adik saya dibiarkan sampai subuh. Dan kembali menanyakan kepada pasien sakit apa tidak (seperti memastikan apakah ada sakit dari jarum yang hilang itu),” ujarnya. Bidan kembali menanyakan ada tidaknya rasa nyeri setelah korban hendak pulang. Kepala UPT Puskesmas Cepu Puji Basuki membenarkan yang dialamai Sunti. Hanya, menurutnya jarum itu terlepas saat proses penjahitan, bukanlah patah.

Dia menjelaskan, jika terlepasnya jarum ini dalam istilah medis itu merupakan kondisi corpal(Corpus Alienum) atau benda asing. ‘’Itu lazim terjadi sesudah persalinan. Kadang tertinggal benang juga. Tapi untuk kasus persalinan ini baru yang pertama,” ujarnya. Bagi dirinya, semua tindakan yang dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

Termasuk rujukan ke RSU Cepu. Setelah dirujuk, menurut dia, sudah menjadi tanggung jawab RSU. Namun, setelah keluar dari RSU, pihaknya rutin melakukan pengawasan terhadap kondisi pasien. “Kita tetap lakukan monitoring sampai di rumah,” ujarnya lantas memastikan ada perlakuan khusus bagi pasien persalinan hingga 40 hari. 

(bj/fud/rij/faa/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia