Selasa, 25 Jun 2019
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

Bulog Klaim Tak Ada Perbedaan Harga

07 April 2018, 06: 05: 59 WIB | editor : Fa Fidhi Asnan

beras

HARGA TURUN : Pengangkutan beras di gudang bulog Lamongan. Bulog klaim, harga beras dan gabah turun dan tidak ada diskriminasi harga dari petani maupun pengusaha penggilingan padi. (Anjar D. Pradipta/Jawa Pos Radar Lamongan)

Share this      

KOTA – Harga pembelian beras bulog dari gabungan kelompok petani (gapoktan) diduga lebih rendah dibanding dari pengusaha penggilingan padi (perpadi). Sehingga terjadi diskriminasi harga. ‘’Informasinya, beras dari petani (gapoktan) dibeli bulog lebih murah disbanding beras dari perpadi. Kalau itu benar, berarti terjadi diskriminasi. Padahal, harusnya petani lebih dilindungi,’’ kata seorang pengurus gapoktan yang enggan disebut namanya jumat (6/4).

Kasi Pengadaan Bulog Divre III Bojonegoro, Sri Budiono membantah adanya perbedaan pembelian beras dari petani (gapoktan) dengan anggota perpadi tersebut. ‘’Harga pembelian bulog masih sama. Untuk beras medium Rp 8.030 per kg. Kalau ada selisih harga, dipastikan bukan bulog. Bulog akan membeli sesuai ketetapan pemerintah,” paparnya. Menurut Budi, untuk Lamongan, hingga jumat (6/4) pihaknya baru mendapatkan kiriman gabah maupun beras dari kelompok tani dan UD.

“Kalau dari perpadi justru belum ada,” ujarnya. Lebih lanjut dia mengungkapkan, secara umum harga pembelian bulog bulan ini turun. Jika sebelumnya harga harga pokok penjualan (HPP) pemerintah ditambah 20 persen, saat ini hanya ditambah 10 persen. Penurunan itu disebabkan harga ketetapan pemerintah berubah, sehingga harganya menyesuaikan dengan kebijakan. “Bulog hanya pelaksana terkait harga kebijakan pemerintah,” ungkapnya.

Budi menjelaskan, selama ini bulog melakukan pembelian sesuai dengan HPP pemerintah. Selisih harga yang terjadi bukan menjadi kewenangan bulog, tapi melaksanakan ketetapan pemerintah. Sesuai ketetapan pemerintah itu, harga gabah kering panen Rp 4.070 per kg, harga gabah kering panen penggilingan Rp 4.125 per kg, harga gabah kering giling (GKG) Rp 5.060, dan pembelian bulog Rp 5.115 per kg. “Ini harga realese bulog, kalau ada perbedaan berarti bukan bulog,” ujarnya. Menurut dia, selama ini bulog melakukan pembelian di beberapa pengepul, baik petani, kelompok tani, ataupun dari pengusaha penggilingan padi (perpadi).

(bj/rka/feb/faa/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia