Kamis, 23 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

Bidik Objek Wisata Baru

03 April 2018, 06: 10: 59 WIB | editor : Fa Fidhi Asnan

Ilustrasi

ilustrasi (Istimewa/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

BRONDONG – Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Lamongan mengkaji penarikan retribusi pada sejumlah destinasi wisata baru. Diantaranya wisata gunung mas di Kecamatan Mantup, serta wisata pantai kutang di Kecamatan Brondong. ‘’Memang ada rencana seperti itu, tapi kita masih pantau potensi pengunjung di dua lokasi tersebut,’’ tutur Hery Pranoto, Kepala Dispenda Lamongan kepada Jawa Pos Radar Lamongan senin (2/4).

Seperti diketahui, wisata gunung mas dan wisata pantai kutang sudah dibuka lebih dari setahun. Sehingga secara aturan dua lokasi di wilayah selatan dan pantura Lamongan tersebut sudah memenuhi syarat untuk penArikan retribusi. Hery menjelaskan, sesuai aturan terdapat regulasi take holiday.

Artinya pembebasan pajak selama satu tahun. ‘’Itu diberlakukan untuk pengembang-pengembang tempat wisata baru,’’ terangnya. Meski begitu, Hery mengatakan, pihaknya tidak bisa hanya melihat dasar tersebut. Ada pertimbangan lain yang juga harus diperhatikan.

Paling utama yakni tingkat kunjungan dan pemasukan pengelola wisata tiap harinya. Jika sudah dinilai memenuhi syarat maka nantinya ada retribusi parkir dan karcis masuk. ‘’Prosentase ada ketentuan sekitar 10 persen. Tapi kan harus siap dulu. Namanya usaha kan dilihat dulu.

kalau memang berkembang ya kita tarik retribusinya,’’ ucap Hery saat dikonfirmasi via ponsel. Hery belum bisa memastikan kapan hal tersebut dilakukan. Sebab berdasar pantauannya dua wisata tersebut masih dalam tahap pengembangan. ‘’Kita pantau terus.

Wisata yang baru memang saat ini tidak dikelola kabupaten, serta masih dalam proses pengembangan juga,’’ katanya. Terpisah, Camat Brondong, Sariyono mengatakan, pihaknya sudah mendengar adanya rencana penarikan retribusi di wisata pantai kutang.

Tapi, pihaknya belum mendapat informasi kapan hal itu bakal direalisasikan. ‘’Kita sudah mendengar itu. Tapi sampai sekarang memang belum (ditarik retribusi,Red),’’ pungkasnya. 

(bj/ind/feb/faa/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia