Minggu, 26 May 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Bayi Mungil Dibuang, Banyak yang Tertarik Adopsi

29 Maret 2018, 12: 32: 54 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

KASIHAN: Bayi mungil yang dibuang dan ditemukan di pinggir jalan sungai Gandong Kecamatan Ngambon saat ini dirawat di puskesmas Ngambon.

KASIHAN: Bayi mungil yang dibuang dan ditemukan di pinggir jalan sungai Gandong Kecamatan Ngambon saat ini dirawat di puskesmas Ngambon. (Bhagas Dani Purwoko/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

BOJONEGORO – Warga Dusun Kedung Gurih, Desa Karangmangu, Kecamatan Ngambon, digegerkan oleh penemuan seorang bayi mungil berjenis kelamin perempuan kemarin (28/3) pagi. Bayi tak berdosa itu ditemukan di pinggir Sungai Gandong dalam keadaan hidup di dalam sebuah kardus. Bayi pun langsung dilarikan ke Puskesmas Ngambon untuk memeroleh perawatan medis. Sementara, banyak warga yang tertarik untuk mengadopsi bayi tersebut.

Menurut keterangan Kapolsek Ngambon AKP Supriyono, kronologi penemuan bayi tersebut bermula ketika Wakini, 58, warga Dusun Kedung Gurih, Desa Karangmangu, Kecamatan Ngambon, hendak beraktivitas di Sungai Gandong sekitar pukul 05.00 kemarin. 

Dia mengetahui ada sebuah kardus terbuka di pinggir sungai, namun tak berani mendekatinya. “Saksi tersebut awalnya menduga di dalam kardus itu kucing, tapi beberapa saat kemudian terdengar suara tangisan bayi dari kardus tersebut,” ujarnya.

Akhirnya, tambah dia, saksi memanggil warga setempat untuk mengeceknya.Kemudian, bayi tersebut dibawa ke rumah kepala dusun lalu dilaporkan ke Polsek Ngambon. Ketika dilakukan olah TKP dan mengumpulkan saksi-saksi, besar kemungkinan bayi tersebut dibuang waktu subuh.

“Selanjutnya, bayi itu kami bawa ke Puskesmas Ngambon,” tuturnya. Saat ini masih tahap penyelidikan siapa orang tua bayi tersebut. Sebab, kata dia, sekitar tujuh orang sudah menginformasikan bahwa siap mengadopsi bayi tersebut.

“Ada yang lewat telepon, ada juga yang langsung datang ke polsek, tetapi kami masih sebatas mendata dulu orang-orang yang ingin mengadopsi,” tuturnya. Karena nantinya Polsek Ngambon tentu harus berkoordinasi dengan dinas sosial untuk menanganinya.

Salah satu warga Desa/Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Yayuk Puji Rahayu siap mengadopsi bayi tersebut. Namun, dia sedikit mengeluhkan ternyata masih ada proses yang harus ditempuh. “Belum boleh diadopsi mas, katanya harus nunggu proses pencarian orang tuanya dulu,” ujarnya. 

Dia ingin mengadopsi bayi tersebut karena beberapa tahun yang lalu buah hatinya meninggal dunia. “Saya sangat berharap bisa mengadopsinya, saya siap merawat bayi tersebut,” terangnya. 

Sementara itu, salah satu dokter di Puskesmas Ngambon, Suryo Rahmanu menerangkan bahwa kondisi bayi tersebut sehat, tidak ada kelainan maupun keluhan. Diperkirakan beratnya 3,3 kilogram dengan panjang 51 sentimeter. 

Bayi tersebut juga langsung dimasukkan ke dalam inkubator, karena dikhawatirkan tubuh si bayi kedinginan. “Penemuannya kan pas subuh dan di pinggir sungai, jadi kami khawatir kedinginan, sehingga dimasukkan di inkubator,” pungkasnya.

(bj/ch/gas/nas/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia