Rabu, 29 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Jati Tua, Dikonsep Wisata Ilmiah 

29 Maret 2018, 12: 27: 37 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

DAMPAK POSITIF: Liputan Jelajah Sejarah bertema kayu jati yang memberi dampak positif bagi potensi wisata hutan.

DAMPAK POSITIF: Liputan Jelajah Sejarah bertema kayu jati yang memberi dampak positif bagi potensi wisata hutan. (Istimewa/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

BOJONEGORO – Liputan Jelajah Sejarah Jawa Pos Radar Bojonegoro yang mengangkat sejarah kayu jati berdampak positif. Direncanakan, kawasan hutan di RPH Kaliaren, BKPH Kaliaren Barat KPH Padangan menjadi wisata ilmiah. Terutama lokasi jati yang berumur 161 tahun. Administratur KPH Padangan Mustopo mengatakan, kawasan pohon jati yang umurnya sudah ratusan tahun itu akan dijadikan wahana wisata ilmiah.

Artinya, kawasan itu bisa digunakan untuk berkunjung para pelajar atau peneliti yang akan membuat jurnal atau penelitian tentang hutan jati.  “Di hutan itu memiliki sejarah,” katanya, kemarin. 

Dia menjelaskan, soal  penataan rencananya pihaknya akan membuat papan di sana. Selanjutnya, akan dilakukan penataan terhadap penamaan jati yang sudah ditanam sejak 1857 itu. Dia menambahkan, kawasan itu juga pernah dikunjungi Bupati Bojonegoro Suyoto.

Jadi, secara potensi sudah punya untuk dijadikan kawasan wisata. Selain itu, para pelajar juga pernah berkunjung. Sedangkan, medan di kawasan hutan itu cocok digunakan untuk wisata sepeda ataupun berkemah. 

“Kalau untuk tempat perkemahan juga ada,” kata Asper BKPH Kaliaren Barat KPH Padangan, Alek. Dia menjelaskan, sudah ada gubuk yang disiapkan untuk peristirahatan. Dengan begitu, masyarakat yang berkunjung bisa beristirahat di gubuk tersebut.

Tak hanya pohon jati tua yang ditawarkan. Melainkan, nuansa alam yang sejuk bisa menjadi pemikat untuk wisatanya. “Termasuk ada sumber air,” kata dia. Jadi, lanjut Alek, jika nanti masyarakat yang berkunjung ke monumen jati tua ini bisa mendapat banyak ilmu sejarah dan kenikmatan alam.

“Kemarin, Bu Menteri (Menteri Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya) juga sudah menanyakan titik lokasinya,” katanya.

(bj/ch/aam/nas/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia