Minggu, 17 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Features

Nirwan, Kolektor Motor Orisinal dari Bojonegoro 

Oleh: Wahyu Rizkiawan

28 Maret 2018, 10: 57: 26 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

KOLEKTOR: Nirwan dan koleksi motor King-nya yang kerap menyabet juara pertama orisinalitas motor tingkat nasional.

KOLEKTOR: Nirwan dan koleksi motor King-nya yang kerap menyabet juara pertama orisinalitas motor tingkat nasional. (Wahyu Rizkiawan/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

FEATURES - Merawat berbagai jenis sepeda motor RX King orisinal memang terlihat sulit. Tapi, tidak bagi Nirwan. Dia punya rahasia merawat motor 2 tak legendaris itu dengan baik. Bahkan, pernah menyabet juara berbagai kontes. Dekat jalan raya dan di depan rumah ada gerobak baksonya. Ancer-ancer itu menjadi patokan rumah  Nirwan. Dia adalah seorang kolektor sepeda motor RX King orisinal bertempat di Jalan Letda Suraji Bojonegoro, Senin (26/3) malam. 

Nirwan, pria yang malam itu memakai kaus warna hitam itu mempersilakan Jawa Pos Radar Bojonegoro masuk ke dalam rumahnya. Tidak butuh waktu lama, dengan penuh antusias, pria 43 tahun itu menjelaskan seluk beluk kendaraan sepeda motor RX King.

Terutama sepeda motor RX King orisinal. Jenis motor 2 tak paling langka dan paling dicari oleh kolektor. Aroma bensin menguar memenuhi udara ketika Nirwan membuka penutup sepeda motor yang ada di halaman rumahnya. Total koleksinya ada 10 unit.

Berbagai jenis tipe sepeda motor RX King berjajar rapi itu, hampir semuanya masih orisinal. Setidaknya, belum ada perubahan apapun, dari segi mesin ataupun bodi. Dia mempertahankan ke-orisinalitasan sepeda motor itu seperti baru dari pabrik.

Meski, motor-motor itu diproduksi puluhan tahun lalu dan sekarang sudah tidak ada yang memproduksinya. “Memelihara motor 2 tak itu mudah kok. Gak seribet motor 4 tak,” kata Nirwan sambil tersenyum. 

Dari pengakuannya, merawat sebanyak 10 unit motor (belum termasuk motor yang dia gunakan beroperasi setiap hari) tidaklah sulit seperti anggapan banyak orang. Mesinnya tanpa dipanasi dan hanya dibiarkan, selama masih ada bensin dan olinya, motor 2 tak tetap sehat.

Itu berbeda dengan motor 4 tak yang harus dipanasi mesinnya setiap hari. Motor RX King orisinal berbeda dari yang sudah modifikasian. Selain harganya jauh lebih mahal, tampilan bodi dan kualitas beroperasinya jauh lebih bagus daripada motor RX King yang sudah dimodifikasi.

Suaranya jauh lebih lembut dan tidak boros jika dibanding dari motor RX King yang sudah dimodifikasi. Dari ke-10 unit koleksi motornya, dari unsur cat, stripping, kulit jok, tangki dan mesinnya masih dipertahankan orisinal. Tidak hanya motor RX King biasa.

Bahkan, motor RX King tertua, yakni RX K, dia miliki dengan orisinalitas masih sempurna.Di halaman rumah itu, berjajar berbagai jenis motor RX King meliputi; RX K (keluaran 1981) sebanyak 2 unit, RX King 1987, RX King 1988, RX King 1989 (King Kobra), RX King 1990,  RX King Bibir Merah (1994) sebanyak 2 unit, dan RX King 1995 (master) sebanyak 2 unit.

Puluhan koleksi sepeda motor berbagai jenis itu, dia dapatkan dari berbagai kota di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat seperti; Malang, Tulungagung, Solo, Pekalongan, Semarang, hingga Bandung.   

Menurut Nirwan, di kalangan para pecinta motor RX King, memang banyak istilah dan nama-nama untuk menyebut tipe. Untuk tipe legendaris King Kobra adalah jenis motor RX King yang keluar pada tahun 1997 -1999.

Tapi, versi pabrikan Yamaha, King Kobra itu jenis motor King yang diproduksi tahun 1988-1990. Semuanya hampir sama. Pembedanya hanya stripping dan nomor mesin saja. Semakin tua, motor orisinal harganya semakin mahal.

Bisa tembus Rp 50 juta per unit. Selain memang klasik dan ekslusif, satu peletup semangat dia mengkoleksi motor orisinal adalah adanya lomba kontes RX King orisinal yang dihelat setiap tahun di berbagai daerah di Indonesia.

Sebuah kontes yang indikator penilaiannya diambil dari  tingkat orisinalitas sparepart, cat dan tahun pembuatan (semakin lama semakin bagus) . Tercatat, Nirwan pernah menyabet juara 1 motor RX King orisinal terbaik selama 5 kali.

Motor RX K (1981) miliknya menyabet juara 1 secara beruntun sampai 5 kali. Pada 2013, menjadi juara pertama motor paling orisinal di Jogjakarta, setelah itu, pada 2014 juara 1 di Malang dengan kategori sama. 

Satu tahun berikutnya, tepatnya pada 2015, dia lagi-lagi menang juara 1 di Solo. Pada 2016 kembali menyabet juara 1 di Jogja lagi dan terakhir, pada 2018 lalu menjadi juara pertama di Cepu.

Hampir setiap tahun, kata dia, selalu ada komunitas RX King se-Indonesia yang mengadakan anniversary dan kontes motor.“Nah, pada ajang tersebut pernah dapat juara 1 sebanyak 5 kali,” pungkas dia.

(bj/ch/zky/nas/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia