Selasa, 21 May 2019
radarbojonegoro
icon featured
Blora

Banyak Status Kawin di KTP Belum Diganti

27 Maret 2018, 06: 30: 59 WIB | editor : Fa Fidhi Asnan

status kawin

DATA KEPENDUDUKAN: Salah satu petugas kependudukan saat menujukkan e-KTP yang selesai dicetak. (M. Mahfudz Muntaha/Jawa Pos Radar Blora)

BLORA - Data kependudukan warga ternyata masih banyak yang tidak valid. Terutama data-data di kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Seperti data sudah menikah, tapi di e-KTP masih tertera belum menikah. Ada juga data keluarga belum tertuang di kartu keluarga (KK). Serta, warga belum memiliki akta kelahiran.Temuan tersebut berdasar pengecekan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Blora di delapan desa di Kecamatan Tunjungan senin (26/3).

Hasilnya, tercatat ada 500 warga yang data kependudukannya tidak sesuai dengan kenyataan. ‘’Ketidaktepatan data adminduk (administrasi kependudukan) kebanyakan dari KK, KTP, akta kelahiran, dan akta kematian,’’ kata Kabid Pencatatan Penduduk Disdukcapil Blora Agus Listiyono senin (26/3).

Dia mencontohkan, terkadang ada salah satu anggota keluarga belum dimasukan ke KK. Ada juga sudah meninggal, tapi masih tertera dalam KK. Juga jejang pendidikan tidak sama dengan kenyataan pemiliknya. Banyak juga antara nama di KK dan e-KTP tidak sama. 

Lalu di KTP, paling banyak masalah status perkawinan. Seharusnya sudah menikah, tapi KTP-nya masih berstatus belum menikah. Bahkan ada beberapa warga belum memiliki e-KTP. Ada juga belum memiliki e-KTP tapi sudah mengikuti perekaman dan belum jadi. Banyak juga warga belum memiliki akta kelahiran. ‘’Tapi yang paling banyak terdapat kesalahan itu, ada pada KK,’’ bebernya.

Padahal, lanjut Agus, adminduk ini sangat diperlukan untuk pembangunan. Sebab, adminsitrasi apapun harus menyertakan e-KTP atau KK dan akta kelahiran. Serta, adminduk sangat diperlukan keakuratan data. ‘’Seperti tadi (senin, Red) ada orang dapat PKH, tapi data KTP-nya tidak tepat. Tentu, tidak bisa ngambil uangnya dan nangis-nangis di sini,’’ jelasnya.

Dia menyadari kepatutan pengurusan administrasi kependudukan masih perlunya kesadaran masyarakat. Padahal, jika memperbaikinya bisa langsung jadi meski butuh waktu sedikit lama. Dia berharap masyarakat yang data adminduknya tidak sesuai, segera memperbaikinya. Pembaharuan dengan mendatangi kecamatan. Apalagi nantinya ada 10 kecamatan bisa digunakan mengurus adminsitarsi kependudan dan mencetak e-KTP, pada Mei nanti.

(bj/fud/rij/faa/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia