Sabtu, 22 Sep 2018
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Debat Publik Digelar Dua Kali di Surabaya

Senin, 26 Mar 2018 13:41 | editor : Ebiet A. Mubarok

Ilustrasi

Ilustrasi (Istimewa/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

PILKADA – Hasil koordinasi dengan para perwakilan pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Bojonegoro, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bojonegoro akhirnya menetapkan jadwal debat publik. KPUK menjadwalkan dua kali debat publik atau debat kandidat, yakni pada tanggal 2 Mei dan 9 Mei mendatang. Adapun lokasi debat publik yang telah disepakati bersama akan diselenggarakan di Surabaya.
Ketua KPUK Bojonegoro Abdim Munib mengungkapkan, bahwa penentuan lokasi penyelenggaraan debat publik berdasarkan musyawarah dengan perwakilan keempat paslon.

KPUK juga telah melakukan survei dan pertimbangan yang matang terkait lokasi debat publik tersebut. “Dipilihnya lokasi debat publik di Surabaya sudah dibicarakan bersama, seperti anggaran dan sebagainya. Adapun pertimbangan, seperti penerimaan sinyal televisi lebih optimal di Surabaya,” jelasnya. Karena, imbuh dia, debat publik tersebut akan disiarkan langsung di televisi.

Dia pun menjelaskan agenda debat publik sudah diatur dalam peraturan KPU. Karena itu, debat paslon ini dilakukan oleh media penyiaran lokal agar lebih fokus target audience yang menjadi sasaran debat. “Karena terlokalisir di daerah yang sedang menyelenggarakan pemilihan, intinya harus strategis dan efektif pelaksanaannya,” ujarnya.

Sebab, debat publik juga bisa menjadi dasar para calon pemilih untuk mengetahui visi misi sekaligus kapabilitas para paslon ketika berdebat. Sementara, Komisioner Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU Bojonegoro Mustofirin mengatakan, bahwa saat ini sedang proses penjajakan dan berkomunikasi dengan salah satu media televisi lokal Jawa Timur (JTV). Namun, secara legalitas belum ada penandatanganan MoU.

Adapun teknis acara seperti lokasi debat publik atau kuota jumlah penonton yang boleh datang juga belum dibicarakan. Selain itu, Firin, sapaan akrabnya, menambahkan bahwa debat publik tersebut hanya disiarkan di televisi lokal, tidak termasuk radio. “Hanya di televisi saja debatnya disiarkan, tidak ada di radio,” pungkasnya. 

(bj/dka/gas/nas/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia