Kamis, 14 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Ekonomi Dan Bisnis

Penyerapan Beras Masih Minim

26 Maret 2018, 12: 59: 22 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

PANEN: Padi yang dipanen. Peneyerapan beras dari petani masih minim.

PANEN: Padi yang dipanen. Peneyerapan beras dari petani masih minim. (M. Nurcholish/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

BISNIS - Masa panen padi sudah hampir usai. Namun, realisasi target pengadaan beras oleh Perum Bulog masih minim. Hingga Sabtu, Bulog Subdivre III Bojonegoro baru bisa menyerap 5.000 ton beras petani. Jumlah itu baru 7 persen dari target tahun ini sebanyak 76.000 ton.Wakil Kepala Bulog Subdivre III Bojonegoro Edi Kusuma mengatakan, target realisasi memang belum mencapai hasil bagus. Masih belum mencapai 20 persen dari total target tahun ini. Meski begitu, dia optimistis bisa mencapai target. 

Edi menjelaskan, minimnya serapan beras di antaranya masih tingginya harga gabah. Bulog membeli gabah petani dengan harga sesuai Inpres Nomor 5 Tahun 2015, yaitu senilai Rp 3.700 per kilogram. 

Namun, harga gabah saat ini masih menembus angka Rp 4.000-an per kg. Hal itu membuat Bulog tidak bisa melakukan pembelian gabah dengan skala banyak. “Jika nanti membeli di atas HPP siapa yang nambeli uangnya,'' jelasnya.

Dengan berbagai hal itu, petani lebih banyak menjual gabahnya ke tengkulak. Sebab, tengkulak membeli gabah dengan harga tinggi. Namun, Bulog terus melakukan pembelian beras. Baik medium maupun premium. “Kalau beras tetap kami lakukan pembelian. Namun, kami juga harus melakukan pembelian gabah,'' jelasnya.

Menurut Edi, saat ini harga beras medium di pasaran berangsur turun. Meskipun penurunan tidak terlalu banyak, mulai Rp 200-Rp 300 per kg. Namun, penurunan itu cukup membantu menstabilkan harga. “Harga beras cenderung turun. Sudah beberapa pekan ini tidak mengalami kenaikan,'' jelasnya.

Saat ini, pasokan beras di gudang Bulog mencapai 2.350 ton. Jumlah itu tersebar di Bojoengoro, Tuban, Babat, dan Lamongan.

Berdasarkan data Dinas Pertanian, puncak panen raya padi terjadi Maret ini. Bulan ini jumlah areal lahan padi dipanen seluas 25.273 hektare. Sedangkan bulan lalu mencapai 35.779 ton. Dua bulan ini adalah masa puncak panen raya padi. ''Bulan depan sudah berkurang. Dan akan terus berkurang karena puncaknya bulan lalu dan bulan ini,'' kata Kepala Disperta Bojonegoro Djupari. 

(bj/rod/cho/zim/rij/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia