Rabu, 29 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Blora

Setiap Hujan Hanya Waswas Longsor

23 Maret 2018, 06: 25: 59 WIB | editor : Fa Fidhi Asnan

Ilustrasi

ilustrasi (Istimewa/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

BLORA - Lima rumah di Dusun Ngrayung, Desa Sidomulyo, Kecamatan Banjarejo, rawan longsor akibat abrasi sungai. Penghuni lima rumah pun waswas bila rumahnya mendadak longsor mengingat intensitas hujan yang tinggi. Kekhwatiran penghuni lima rumah tersebut sejak satu bulan terakhir.

Parahnya, tiga hari lalu, salah satu rumah, bagian depannya kian rawan longsor. Warga berharap adanya penanganan segera, namun mereka enggan mengungsi. Lima rumah tersebut milik Tarmidi, Khamdun, Jasman, Sumarni, dan Karti. “Setiap hari longsor sedikit-sedikit. Dan, tiga hari lalu waktu hujan deras longsor kian parah sampai bagian depan rumah,” kata Jasman ditemui di rumahnya kamis (22/3). Menurut dia, longsor ini dipicu tingginya intensitas hujan selama satu bulan terakhir.

Membuat tanah di depan rumahnya tidak kuat menahan gerusan air sungai yang berada di bawahnya. Meski mengancam rumahnya, Jasman mengaku enggan mengungsi. Dia hanya berharap agar pemerintah setempat bisa segera menangani longsor yang berada di depan rumahnya. “Saya inginnya di sini saja.

Biar longsornya cepat ditangani pemerintah,” harapnya. Sumarni warga lain menambahkan, sebulan ini sejak terjadi longsor hanya bisa waswas jika turun hujan. Bahkan, dia dan warga lainnya sampai tidak tidur malam. Karena takut terjadi longsor susulan lebih besar ketika hujan turun. “Karena kalau hujan, tanahnya tergerus air,” ujarnya Akibat longsor, kini rumahnya dengan bibir sungai hanya berjarak satu meter.

Meskipun sudah ada penanganan darurat berupa pemasangan bambu penahan, tapi tetap tidak bisa menahan longsor. “Warga saat ini hanya bisa pasrah menunggu bantuan dari pemerintah,” ucapnya. Selain mengancam lima rumah, lanjut Marni, longsor juga membuat jembatan antardusun juga terputus terbawa longsor.

Akibatnya, jembatan terbuat dari bambu kini sudah tidak bisa dilewati lagi. Tim Reaksi Cepat Tanggap Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora Agung Tri mengatakan, timnya sudah mengecek terjadinya longsor di Desa Sidomulyo. Tapi, dia tidak tahu-menahu penanganan kelanjutannya. “Sudah dilaporkan ke atasan, setelah itu kurang paham,” singkatnya.

(bj/fud/rij/faa/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia