Rabu, 26 Jun 2019
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

Bayar Penuh di Awal Pensiun PNS Masih Wacana

22 Maret 2018, 11: 37: 21 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

Ilustrasi

Ilustrasi (Istimewa/Jawa Pos Radar Lamongan)

Share this      

KOTA – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen-PAN & RB) mewacanakan mekanisme baru, fully funded, untuk pembayaran pensiun pegawai negeri sipil (PNS). ‘’Di UU ASN memang sudah diwacanakan (fully funded), tapi masih belum final juga,’’ tutur Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lamongan, Ismunawan, kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (21/3).
Menurut dia, sampai saat ini belum ada aturan teknis yang menetapkan waktu pelaksanaan fully funded, besaran pensiun, dan sasaran golongan PNS.

‘’Kalau sekarang masih menggunakan pola pembayaran pensiun kan masih menggunakan pola aturan lama yaitu pay as you go,’’ ujarnya saat dikonfirmasi via ponsel. Dia menjelaskan, mekanisme pensiun pay as you go dibayarkan per bulan selama PNS yang telah pensiun dan ahli warisnya masih hidup. Besarannya diambilkan dari iuran PNS selama jadi pegawai, yang dipotongkan 4,75 persen tiap bulannya.

‘’Jadi PNS itu tiap bulannya dipotong 10 persen. Yakni, 4,75 persen untuk dana pensiun, sisanya untuk pembayaran asuransi-asuransi lainnya,’’ ujarnya. Sedangkan mekanisme fully funded, lanjut dia, nantinya dibayarkan penuh di awal ketika PNS pensiun. ‘’Besarannya bisa ratusan juta bahkan miliaran (rupiah). Tapi hanya menerima sekali saja, setelah itu tidak menerima bulanan,’’ jelas Ismunawan.

Karena belum ada petunjuk teknis resmi, belum diketahui berapa potongan tiap bulan PNS dengan mekanisme fully funded. ‘’Itu juga belum diketahui. Kita masih juknis resminya,’’ imbuhnya. Dia mengatakan, mekanisme fully funded nantinya membebani anggaran pendapatan belanja nasional (APBN).

Sebab, jumlah PNS pensiun cukup besar tiap tahunnya, yang mengharuskan pembayarannya di awal pensiun secara penuh. ‘’PNS yang pensiun banyak jadi bakal jadi masalah tersendiri untuk APBN pada penerapan mekanisme fully funded tersebut,’’ tuturnya.

Ismunawan menambahkan, bagi PNS zaman old bakal lebih suka mekanisme pay as you go. Sebab, tiap bulan ada pemasukan yang diandalkan. Sebaliknya, PNS zaman sekarang yang punya pemikiran lebih revolusioner dan suka bisnis, kemungkinan lebih suka fully funded. Sebab pensiun besar diterima di awal untuk dijadikan modal.

‘’Jadi memang ada sisi positifnya masing-masing,’’ ujarnya.  Menurut dia, usia PNS pensiun sekitar 58 tahun. Pada usia itu, maka sedikit yang berpikir untuk menjalankan bisnis. Sehingga, mereka lebih nyaman kalau ada uang yang masuk tiap bulannya. Meskipun jumlahnya tidak terlalu besar.  ‘’Seperti kalau membeli motor kan ada kredit dan cash. Kalau dibayar per bulan kan tidak terasa dan membebani di awal,’’ ujar Ismunawan.

(bj/dka/ind/yan/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia