Minggu, 17 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Nongkrong di Pos Kamling, Digegerkan Temuan Sesosok Mayat 

21 Maret 2018, 10: 42: 07 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

GEGER: Ditemukan sesosok mayat berada di belakang pos kamling.

GEGER: Ditemukan sesosok mayat berada di belakang pos kamling. (Bhagas Dani Purwoko/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

BOJONEGORO – Warga di Dusun Klumpang, Desa Kebonagung, Kecamatan Padangan digegerkan oleh temuan sesosok mayat yang tergeletak di belakang pos kamling dekat Stasiun Tobo kemarin (20/3) pagi. Mayat tersebut ditemukan oleh warga setempat sekitar pukul 06.00, sontak warga bergegas melaporkan kepada Kepala Desa Kebonagung.

Diketahui identitas mayat tersebut bernama Adi Purwanto, 36, warga Dusun Krajan, Desa Kradinan, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun.Salah satu saksi yang tinggal di dekat TKP, Joko mengungkapkan bahwa dirinya tidak mengetahui asal mula mayat tersebut tergeletak di pos kamling tersebut.

Dia mengetahui bersamaan dengan warga lainnya yang ingin melihat kondisi mayat di TKP. Dia pun menerangkan bahwa terdapat luka di bagian dahi dan kawat yang melilit di lehernya.

“Setahu saya, ada luka di bagian dahi dan kawat di lehernya, di dekatnya juga ada sepeda onthel korban,” tuturnya. Adapun penghuni rumah samping TKP atau pos kamling tersebut, Tarji juga tak mengetahui ada tanda-tanda maupun suara-suara mencurigakan ketika malam hingga pagi hari.

“Tahu-tahu saya sudah ramai orang di pos kamling tersebut pagi tadi, saya tidak paham,” terangnya. Tarji pun tak mengenali ciri-ciri mayat tersebut.Tak lama, anggota Kepolisian pun langsung memasang garis polisi di TKP agar masyarakat tak mendekat.

Identifikasi dan olah TKP juga dilakukan, selanjutnya dibawa ke RSUD Bojonegoro untuk diotopsi. Kepolisian juga telah menghubungi pihak keluarga korban dan diketahui bahwa korban memiliki riwayat penyakit epilepsi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bojonegoro, korban yang bekerja sebagai pemulung itu sudah meninggalkan rumah sejak Kamis (15/3) lalu.

Kasatreskrim Polres Bojonegoro AKP Daky Dzulqurnain pun, belum bisa menyimpulkan penyebab pasti kematian korban tersebut. Apakah bunuh diri atau dibunuh? Daky mengatakan masih perlu pendalaman penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian korban.

Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan visum luar, diketahui posisi korban meninggal dunia dalam kondisi terbujur kaku, besar dugaan penyakit epilepsi yang kambuh.

Adapun pendarahan di tulang tengkorak atas pelipis kanan dan pada tulang leher juga putus (ruas 1 dan 2). Sementara itu, di bagian dada, lengan, perut, dan punggung tidak ada tanda kekerasan.

Namun, pada kemaluan korban mengeluarkan sperma dan lidah menjulur. “Yang jelas, saat ini hasil pemeriksaan dokter yang kita dahulukan. Kami belum bisa simpulkan penyebab kematian korban, perlu penyelidikan lebih lanjut,” terangnya.  

Sementara itu, ciri-ciri korban tinggi 158 sentimeter, kulit sawo matang, dan rambut hitam.

Kepolisian juga mengamankan barang bukti diantaranya jam tangan digital, genteng terdapat bercak darah, banner yang juga ada bercak darah, topi bertuliskan Security, sepasang sandal jepit warna biru, satu sepeda onthel yang telah diamankan polsek setempat, lampu senter, dompet, uang sebesar Rp 362 ribu, dan kawat sepanjang 373 sentimeter.

“Selain itu, kaus warna biru bertuliskan Adidas yang dipakai korban dan celana pendek motif kotak-kotak,” pungkasnya.

(bj/yqn/gas/nas/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia