Minggu, 17 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

DBD Lebih Mengancam Paska Banjir

20 Maret 2018, 07: 10: 59 WIB | editor : Fa Fidhi Asnan

banjir

PASKA BANJIR : Kawasan perkampungan di Babat sedang dibersihkan warga setelah banjir mulai surut. (Anjar D. Pradipta/Jawa Pos Radar Lamongan)

Share this      

BABAT - Demam berdarah dengue (DBD) mulai mengintai wilayah terdampak banjir. Sebab sisa genangan air berpotensi menjadi lahan subur bagi perkembangan nyamuk Aedes aegypti, yang merupakan vektor penyebaran DBD.

Terutama di wilayah endemis DBD. Salah satunya Kecamatan Babat, yang juga wilayah terdampak banjir beberapa waktu lalu.  ‘’Justru DBD lebih berbahaya di wilayah paska banjir, dibanding saat banjir,’’ kata Kepala Puskesmas Babat,  Sri Murni  kepada Jawa Pos Radar Lamongan senin (19/3).

Seperti diberitakan, banjir sempat terjadi di sejumlah kelurahan dan desa di Kecamatan Babat. Antara lain,  Kelurahan Babat, Kelurahan Banaran, dan Desa Truni. Termasuk menggenangi sejumlah jalan poros bulan lalu. Banjir tersebut disebabkan intensitas hujan yang tinggi dan saluran drainase tidak berfungsi secara optimal akibat tersumbat sampah dan terjadinya pendangkalan di Rawa Semando sebagai lokasi pembuangan air banjir. ‘’Kita sedang intensifkan fogging paska banjir untuk mencegah DBD,’’ terang Sri Murni saat dikonfirmasi via ponsel.

Dia menjelaskan, fogging paska banjir perlu dilakukan. Karena mampu membunuh jentik nyamuk pembawa vektor dengue. Selain itu, pihak Puskesmas Babat diinstruksikan lebih intensif, dalam memberikan pemahaman pemberantasan sarang nyamuk (PSN) kepada warga, yang merupakan tindakan paling efektif mengatasi ancaman DBD. ‘’DBD menjadi permasalahan karena banyak wilayah yang tergenang air tiap tahun,’’ imbuhnya.

Menurut dia, pertengahan bulan ini tercatat ada satu kasus DBD yang dirawat di Puskesmas Babat. Meski belum banyak, namun itu menjadi perhatian besar. Sebab, satu kasus DBD bisa memicu kasus lainnya. Dan berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan, tahun lalu kasus DBD di Babat tertinggi kedua di Lamongan. ‘’Ada satu kasus. Tapi kita pantau penderita DBD itu trombositnya sudah naik dan kondisinya sudah membaik,’’ ujarnya.

Dia mengimbau pada masyarakat tanggap terhadap keluarga yang menemui gejala DBD. Yakni segera memeriksakan diri pada puskesmas atau balai pengobatan terdekat. ‘’Sebab DBD cukup berbahaya jika terlambat ditangani,’’ terangnya.

(bj/ind/feb/faa/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia