Rabu, 29 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Belum Ada Paket Wisata

20 Maret 2018, 06: 10: 59 WIB | editor : Fa Fidhi Asnan

wisata

BUTUH PAKET WISATA: Keramaian pengunjung di wisata air Ngunut. Berpadu pepohonan besar membuat pengunjung betah. (M. Nurcholis/Radar Bojonegoro)

Share this      

BOJONEGORO - Beragam destinasi wisata terdapat di Bojonegoro. Namun, belum banyak pihak yang mengembangkannya untuk menjadikan lahan bisnis baru. Pengembangan paket wisata masih minim. Padahal, paket wisata bisa mendatangkan pengunjung dari luar daerah.  

“Selama ini yang memainkan bisnis itu adalah biro perjalanan,” kata Kabid Pengembangan, Kelembagaan, dan SDM Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro Enggarini senin (19/3).Dia menjelaskan, potensi wisata di Bojonegoro sangat luar biasa. Misalnya, di wilayah selatan ada Wisata Negeri Atas Angin, wilayah barat ada Texas Wonocolo. Sejauh ini, para pengelola wisata belum memanfaatkan celah bisnis paket wisata. Sehingga, orang datang ke lokasi wisata atas inisiatif sendiri. “Itu masih kurang optimal untuk mendongkrak kunjungan,”  jelasnya.

Selama ini jumlah wisata desa yang terdaftar di disbudpar mencapai 23 lokasi. Namun, jumlah itu dipastikan akan bertambah. Sebab, ada banyak bermunculan wisata desa lainnya. Sedangkan, wisata yang dikelola pemkab hanya ada tiga lokasi. Yaitu, Kahyangan Api, Waduk Pacal, dan Dander Park.

senin, pihaknya mengundang semua pengelola wisata desa. Mereka diajari membuat paket wisata. Sebab, sejumlah potensi wisata di Bojonegoro layak dijadikan destinasi wisata untuk mendatangkan wisatawan luar daerah.Selain wisata, juga ada kuliner lokal. Misalnya, di Desa Tanjungharjo, Kecamatan Kapas, terdapat wisata kebun salak. Juga, ada aneka olahan salak.

Menurut Enggar, hal tersebut memerlukan sumber daya manusia (SDM) yang mampu mengelola dengan baik. Sehingga, diperlukan pembinaan secara berkelanjutan supaya potensi di wisata itu tergarap secara maksimal.Jika para pengelola bisa membuat paket wisata, tentu kata dia, kunjungan wisata akan semakin meningkat. Tentunya, dalam hal ini mereka harus bekerja sama dengan biro perjalanan atau travel. 

(bj/zim/rij/faa/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia