Selasa, 12 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Nduk
Siti Nurlatifah

Belajar Bersyukur dari Profesi

18 Maret 2018, 07: 25: 59 WIB | editor : Fa Fidhi Asnan

nduk

Siti Nurlatifah (Istimewa/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

SEBAGAI analis medis, Siti Nurlatifah, 24, kerap terbawa emosi turut merasakan penyakit yang diderita pasien. Maklum, dengan mengetahui penyakit pasien secara detail, dia seakan bisa merasakan apa yang juga dirasakan oleh pasien.

‘’Saya sering tidak tega saat melihat kondisi pasien yang saya tangani. Saya merasa ikut merasakan apa yang mereka rasakan,’’ tuturnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Namun begitu, Latifah  selalu bersyukur dengan profesinya saat ini. Sebab, selain karena sudah menjadi cita-citanya saat masih duduk di bangku kuliah, dengan menjadi analis bisa selalu mengingatkan dirinya akan nikmat sehat yang diberikan Allah.

‘’Dengan menjadi analis kesehatan, kita seakan diingatkan untuk selalu bersyukur atas nikmat kesehatan yang diberikan kepada kita. Setiap saat,’’ tutur perempuan yang berprofesi sebagai analis kesehatan di RSUD Dr. R. Koesma Tuban itu.

Tentu, seiring dengan tugas yang selalu berhubungan dengan tekanan psikis tersebut, Latifah selalu mencari cara untuk membuat pikirannya fresh setiap saat. ‘’Biasanya, jalan-jalan ke tempat wisata favorit. Ke tempat-tempat yang sejuk, yang bisa membuat pikiran menjadi fresh lagi,’’ ujar alumnus Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu.

(bj/tok/wid/faa/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia