Selasa, 21 May 2019
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

SS Kembali Beredar di Lapas

17 Maret 2018, 13: 06: 52 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

DIBAWA KE MAPOLRES: Penghuni lapas yang positif mengonsumsi sabu-sabu diperiksa Satnarkoba Polres Lamongan.

DIBAWA KE MAPOLRES: Penghuni lapas yang positif mengonsumsi sabu-sabu diperiksa Satnarkoba Polres Lamongan. (Anjar D. Pradipta/Jawa Pos Radar Lamongan)

KOTA  – Lapas Kelas IIB Lamongan kembali tidak steril dari narkoba. Lima narapidana kemarin (16/3) digiring ke Mapolres Lamongan karena dinyatakan positif mengonsumsi sabu – sabu (SS). Salah satunya, Ali Nukin 30, asal Kelurahan/Kecamatan Brondong.Berdasarkan data kepolisian, Ali Nukin sebelumnya terlibat kasus penjambretan berujung penaikan uang ATM BRI dan BCA Rp 120 juta. Dia divonis 2 tahun 6 bulan penjara.Kasus terungkapnya SS di lapas juga berasal dari kamar tahanan Ali Nukin, blok A6.

Petugas yang melakukan razia Kamis (15/3) siang, menemukan tiga selang di bawah keramik tempat tidur Ali Nukin. Tiga selang yang sudah dimodifikasi itu dicurigai digunakan alat hisap sabu – sabu.‘’Sebanyak tiga selang saya temukan di dalam ruangan blok A6, tepat berada di bawah tempat tidur Ali Nukin,’’ kata Andi Setiawan, kepala Lapangan Lapas Kelas IIB Lamongan.

Karena curiga, pihak lapas melakukan pengamanan di ruangan. Sekitar satu jam Ali Nukin dimintai keterangan. Namun, napi tersebut tak mengakui alat tersebut untuk menghisap sabu – sabu.‘’Saya langsung meminta petugas kesehatan lapas untuk dilakukan tes urine. Positif mengunakan sabu – sabu. Pengakuannya, sudah memakai tiga minggu yang lalu,’’ imbuhnya.

Menurut dia, Ali Nukin kemudian menyebut nama Parto. Pria 23 tahun asal Kelurahan Balongsari, Kecamatan Tandes, Surabaya itu pindahan dari Lapas Medaeng. Parto lalu mengatakan SS tersebut berasal dari M Nasir. Narapidana berusia 24 tahun asal Desa Gunung Eleh, Kecamatan Kedungdung, Sampang itu juga pindahan dari Lapas Porong.

Dari hasil pemeriksaan, lanjut Andi, Nasir mengakui SS didapatkan dari Zainal Mustakim, 32, napi pindahan dari Lapas Medaeng asal Surabaya. Zainal juga melempar nama M Mukhdor. Pria 41 tahun asal Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar, Gresik itu juga napi kiriman dari Lapas Porong. Petugas kemudian melakukan penggeledahan dan menemukan dua klip SS di sarung coklat milik Mukhdor.

 ‘’Lebih jelasnya, masih menunggu dari anggoto satnarkoba untuk barang yang sudah diamankan di dalam ruang tahanan. Untuk barang dari mana, saya tak mengerti. Kalaupun dikasih tahu, pastinya dibuat atensi untuk ke depannya hingga sampai bisa masuk,’’ ujar Andi.‘’Saya sendiri sudah kordinasi bersama kepala lapas karena studi banding di Bandung. Diarahkan koordinasi dengan kasatnarkoba untuk pemeriksaan lebih lanjut,’’ imbuhnya.

Ali Nukin di hadapan petugas mengatakan, dirinya mengomsumsi narkoba pertama kalinya saat di lapas. Alasannya, tawaran Parto. Dia membeli dan menghisap sendiri di ruangan. Dulunya, Ali Nukin pernah mengonsumsi SS saat bekerja di luar Jawa.

‘’Saya menghisap sabu – sabu di dalam lapas pada hari minggu lalu pada sore hari,’’ katanya sambil menundukkan kepala.Dia membeli satu klip paket hemat Rp 300 ribu.  Uangnya hasil pengumpulan pemberian temannya Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu. Untuk selang dan alatnya, dipinjami Parto.

Dikonfirmasi terpisah, Kasatnarkoba Polres Lamongan, AKP Djoko Bisno, mengatakan, di ruang Lapas A6, milik Ali Nukin, terdapat tiga alat hisap berupa selang yang sudah modifikasi. ‘’Sampai saat ini anggota masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut hingga bisa masuk sampai beredar di dalam lapas,’’ ujarnya.

Sementara dua klip sabu – sabu ditemukan di ruangan B3 milik M Mukhdor. Hingga saat ini Mukhdor belum mengakui barang tersebut dari mana asalnya. ‘’Anggota juga sudah melakukan pemeriksaan lebih lanjut kelima napi yang positif menggunakan sabu – sabu tersebut. Barang bukti yang diamankan, satu sarung berwana coklat, dua klip sabu – sabu seberat 2,63 gram dan tiga selang yang sudah modifikasi,’’ jelasnya.

Dia menambahkan, khusus Ali Nukin, baru saja  menjalani sidang dengan putusan 2,5 tahun. Karena baru menjalani sidang,  pihaknya menunggu surat keluar dari kejaksaan agar bisa dibawa ke Polres Lamongan.Kasus SS juga pernah terungkap di Lapas Lamongan pada Desember 2016. Saat itu, penghuninya bernama Iwan yang mengonsumsi SS.  

(bj/rod/jar/mal/yan/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia