Kamis, 14 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

Empat Kuliner Lamongan Diajukan Hak Paten

14 Maret 2018, 11: 26: 27 WIB | editor : Fa Fidhi Asnan

boran

KHAS LAMONGAN : Nasi Boran merupakan kuliner khas Lamongan yang tidak ada di daerah lain. Bersama soto, wingko, dan tahu campur sedang diproses mendapatkan hak paten. (Anjar D. Pradipta/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

KOTA – Pemkab Lamongan tampaknya tidak ingin produk kuliner khasnya diakui aerah lain. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (disperindag) setempat dalam waktu dekat akan mengajukan hak paten empat kuliner khas Kota Soto tersebut, yaitu Nasi Boran, Soto Lamongan, Tahu Campur dan Wingko Babat.

’’Ada empat yang akan kami ajukan untuk mendapatkan hak paten,’’ kata Kepala Disperindag Lamongan, M. Zamroni kepada Jawa Pos Radar Lamongan selasa (13/3). Menurut dia, proses pengajuan hak paten sudah dimulai melakukan komunikasi dengan dinas koperasi dan perdagangan Provinsi Jawa Timur.

Selain itu juga mulai disiapkan beberapa dokumen pelengkap untuk pengajuannya. ‘’Mudah-mudahan prosesnya bisa cepat dan berhasil,’’ ujarnya. Dia berharap, dengan adanya pengajuan hak paten itu, kuliner khas Lamongan ke depan tidak lagi diklaim daerah lain. Sebab sudah ada satu kuliner khas Lamongan yang diklaim daerah lain, yakni Wingko Babat yang diklaim Semarang.

‘’Jangan sampai makanan yang lain juga diakui daerah lain,’’ ujarnya. Menurut Zamroni, dibanding Wingko Semarang, sebenarnya yang lebih dulu adalah Wingko Babat. Namun karena proses pengajuan hak paten dilakukan lebih dulu Semarang, sehingga maka yang sudah masuk dalam hak paten pemerintah pusat adalah Wingko Semarang.

Sedangkan Wingko Babat masih dalam proses pengajuan. ‘’(Meski sudah di dahului Wingko Semaran,Red) Wingko Babat tetap diajukan (mendapat hak paten,Red). Bisa atau tidak itu urusan nanti,’’ tukas nya. Dia memastikan, untuk makanan khas Lamongan lainnya, seperti Soto Lamongan, Nasi Boran dan Tahu Campur selama ini telah dikenal sebagai kuliner khas Lamongan.

Namun belum memiliki hak paten. Sebelum terlambat dan diakui daerah lain, pihaknya akan segera mengajukan hak paten. ‘’Prosesnya terus berjalan, semoga nanti berhasil,’’ harap nya. 

(bj/msu/yan/faa/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia