Kamis, 14 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Dua Puskesmas Masih Rendah Capaian Difteri

08 Maret 2018, 12: 12: 11 WIB | editor : Fa Fidhi Asnan

difteri

BELUM TUNTAS: Petuags medis ketika melakukan imunisasi difteri terhadap seorang anak kemarin. Dua puskesmas capaiannya masih rendah. (M. Nurcholis/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

BOJONEGORO - Capaian imunisasi difteri sudah 91,05 persen dari jumlah total 326.327 anak. Namun, dua puskesmas masih rendah pencapaian imunisasinya. ‘’Dari 36 puskesmas masih ada dua puskesmas rendah capaiannya.

Yakni Puskesmas Pungpungan masih 72,48 persen dan Puskesmas Kota sekitar 76 persen,” kata Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro Totok Ismanto. Dia mengatakan, rendahnya capaian dipengaruhi kesiapan sekolah dan puskesmas melaksanakan imunisasi harus cocok jadwalnya.

Juga, pengaruh beberapa siswa sakit atau ke luar kota. ‘’Beberapa waktu lalu, di Kecamatna Kanor ada anak-anak TK rekreasi, sehingga jadwalnya ikut mundur,” ujar Totok sapaannya. Sementara proses sweeping dilakukan guna mengoptimalkan capaian imunisasi 100 persen.

Menurut dia, kondisi imunisasi ini sama dengan ketika imunisasi measles rubella (MR) tahun lalu. “Kondisinya sama, tidak ada penolakan orang tua. Hanya kendala-kendala umum seperti takut jarum suntik atau bersangkutan sakit atau ke luar kota,” terangnya. Agar semua tuntas diimunisasi, kata Totok, petugas puskesmas bisa mendatangi ke rumah.

‘’Karena terkadang ada siswa yang rumahnya jauh dari puskesmas,” ucapnya. Disinggung dana imunisasi difteri? Totok berharap dana bisa cair sebelum masa jabatan Bupati Bojonegoro Suyoto berakhir minggu depan. “Karena sudah jelas ORI difteri dilakukan berdasarkan SK bupati kejadian luar biasa (KLB),” tegasnya.

(bj/gas/rij/faa/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia